Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 28/03/2024, 08:30 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

Sumber Healthline

KOMPAS.com - Silica gel adalah bahan pengering yang sering dimasukkan oleh produsen dalam kemasan kecil untuk menjaga kelembapan agar tidak merusak makanan dan produk komersial tertentu. Silica gel digunakan untuk berbagai hal, mulai dari makanan hingga sepatu.

Meskipun silica gel biasanya tidak beracun jika tertelan, beberapa orang bisa muntah karenanya. Karena alasan ini, produsen memberi label “jangan dimakan.”

Apa yang terjadi jika tak sengaja memakan silica gel?

Anak-anak bisa salah mengira bungkusan silica gel sebagai makanan, permen, atau mainan kunyah. Terkadang, orang dewasa juga salah mengira kemasan silika gel sebagai kemasan garam atau gula.

Silica gel bersifat inert secara kimia. Artinya, tidak akan terurai di dalam tubuh dan menyebabkan keracunan. Namun, karena tidak terurai, gel atau bungkusannya dapat menyebabkan tersedak.

Baca juga: Apa yang Terjadi jika Melakukan Plank Setiap Hari?

Makan silica gel seharusnya tidak membuat seseorang sakit. Sering kali, silica gel akan melewati tubuh dan keluar tanpa efek berbahaya bagi kesehatan. Meskipun silica gel tidak akan membahayakan, ia tetap tidak boleh dikonsumsi.

Jika anak-anak atau orang dewasa tidak sengaja menelan silica gel, cobalah membantu gel tersebut masuk ke lambung dengan meminum air.

Dalam kasus yang jarang terjadi, produsen menggunakan silica gel yang dilapisi dengan kobalt klorida, senyawa beracun. Jika seseorang menelan silica gel berlapis kobalt klorida, kemungkinan besar ia akan mual dan muntah.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Healthline
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com