Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Seperti Apa Machu Picchu di Masa Lalu dari Analisis DNA Kuno?

Kompas.com - 29/07/2023, 08:00 WIB
Monika Novena,
Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas

Tim Redaksi

KOMPAS.com - DNA kuno yang diambil dari janazah di Machu Pichu telah mengungkapkan bahwa tempat yang disebut kota hilang Inca itu di masa lalu itu merupakan kota kosmopolitan.

Studi tersebut menunjukkan Machu Picchu adalah rumah bagi populasi multikultural yang berasal dari seluruh kekaisaran dan sekitarnya.

Namun, dari analisis genetik yang dilakukan terhadap 34 orang, peneliti menjelaskan bahwa mereka yang dimakamkan di Machu Picchu kemungkinan adalah pelayan yang dibawa jauh untuk bekerja di Machu Picchu.

Hal ini kemudian menunjukkan meski merupakan tanah kerajaan Inca, Machu Picchu bukanlah kediaman penuh para penguasa Inca.

Penghuni Machu Picchu

Dikutip dari IFL Science, Kamis (27/7/2023), awal dibangun pada abad ke-15, Machu Picchu sebagian besar dihuni oleh pelayan yang dikenal sebagai yanacona (jika mereka laki-laki) atau aclla (perempuan).

Baca juga: Seperti Apa Kota Maya Kuno yang Lama Hilang di Hutan Meksiko? 

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan, para pelayan ini menjalani kehidupan yang cukup nyaman, karena tulang mereka tidak memperlihatkan tanda-tanda telah mengalami kerja paksa yang berat atau dikirim ke medan perang. Sehingga menunjukkan bahwa para pelayan di Machu Pichu ini dirawat dengan baik.

Namun, hingga saat ini, sedikit yang diketahui tentang siapa penghuni Machu Picchu atau dari mana asalnya.

Untuk menyelidikinya, penulis penelitian menganalisis DNA dari individu yang dimakamkan di keempat pemakaman Machu Picchu dan membandingkannya dengan genom dari jumlah orang yang sama dari wilayah terdekat.

"Hasilnya menunjukkan komunitas yang beragam ada di Machu Picchu di mana orang-orang dari latar belakang genetik yang berbeda hidup, bereproduksi, dan dikebumikan bersama," tulis para peneliti.

Beberapa pelayan ini terkait dengan komunitas kuno di seluruh dataran tinggi Andean, sementara yang lain berasal dari daerah yang lebih jauh, seperti pantai Peru utara dan selatan.

Sementara enam dari 34 pelayan orang Machu Picchu yang diteliti berasal dari hutan hujan Amazon, dengan para peneliti menelusuri asal-usul mereka ke berbagai daerah di dataran rendah Peru, Ekuador, dan Kolombia.

Baca juga: Seperti Apa Tempat Mumifikasi Mesir Kuno Berusia 2400 Tahun?

Tempat wisata di Peru - Machu Picchu.SHUTTERSTOCK / padchas Tempat wisata di Peru - Machu Picchu.

"Berdasarkan hasil kami, Machu Picchu secara substansial lebih beragam secara genetik. Selain itu, fakta bahwa hampir tidak ada jenazah yang terkait langsung satu sama lain menyiratkan bahwa orang tiba di Machu Picchu sebagai individu, bukan sebagai komunitas atau keluarga besar," terang para peneliti.

"Sekarang, tentu saja genetika tidak diterjemahkan ke dalam etnisitas atau semacamnya. Tapi ini menunjuukan bahwa mereka memiliki asal yang berbeda di berbagai bagian Kerajaan Inca," tambah Jason Nesbitt, penulis studi ini.

Secara keseluruhan, hanya dua dari 34 orang yang diteliti memiliki hubungan keluarga, dengan pasangan yang diidentifikasi sebagai ibu dan anak.

Keduanya adalah keturunan dari Amazon, meskipun analisis gigi putrinya menunjukkan bahwa dia mungkin dibesarkan di Andes.

Baca juga: Seperti Apa Jalan Kuno yang Ditemukan di Dasar Laut Mediterania?

Machu Picchu kota kosmopolitan

Temuan ini pun membuat peneliti berkesimpulan bahwa Machu Picchu adalah campuran budaya dan ras kosmopolitan, di mana orang-orang dari latar belakang berbeda hidup berdampingan, kawin satu sama lain, dan dimakamkan bersebelahan.

"Analisis genom kami mengungkapkan bahwa komunitas di Machu Picchu sangat beragam dan kehidupan mereka tidak terstruktur terutama oleh latar belakang etnis atau daerah,"

Namun meski hasil penelitian ini membantu mengungkap identitas para pelayan yang tinggal di Machu Picchu, tetapi tidak memberi informasi tentang identitas genetik keluarga kerajaan Inca.

"Orang-orang lain itu tinggal di Cusco dan tidak akan tinggal penuh waktu di Machu Picchu atau dimakamkan di sana," papar peneliti.

Studi DNA kuno yang menunjukkan masa lalu Machu Picchu ini telah dipublikasikan di Science Advances.

Baca juga: Seperti Apa Gunting Kuno yang Ditemukan di Kuburan Bangsa Celtic?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com