Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 08/11/2022, 18:03 WIB


KOMPAS.com - Gerhana Bulan Total akan terjadi pada hari ini, Selasa (8/11/2022). Namun, ada yang unik dari peristiwa astronomis ini, saat fenomena Gerhana Bulan Total terjadi, warna bulan menjadi merah.

Kenapa bulan berwarna merah saat fenomena Gerhana Bulan Total?

Fenomena Gerhana Bulan Total dijuluki juga sebagai Blood Moon, karena saat peristiwa ini terjadi Bulan berubah menjadi berwarna merah.

Fenomena alam tersebut akan tampak seperti saat langit cerah berwarna biru, lalu menjadi orange atau jingga keemasan saat Matahari terbenam maupun saat Matahari terbit.

Gerhana Bulan Total adalah fenomena astronomis yang terjadi saat seluruh permukaan Bulan tertutup umbra Bumi, dikutip dari situs Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Menurut Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Andi Pangerang, fenomena Gerhana Bulan Total adalah peristiwa astronomis yang terjadi saat seluruh permukaan Bulan memasuki bayangan inti (umbra) Bumi.

Baca juga: Kenapa Bulan Berwarna Merah Saat Gerhana Bulan Total?

Saat fenomena Gerhana Bulan Total pada fase Bulan memasuki umbra Bumi, maka warna bayangan ini akan cenderung hitam. Seiring Bulan memasuki seluruh bayangan umbra ini, maka warna Bulan akan berubah menjadi kemerahan.

Penyebab bulan berwarna merah saat fenomena Gerhana Bulan Total adalah, karena adanya mekanisme Hamburan Rayleigh yang trejadi pada atmosfer Bumi.

Mekanisme tersebut terjadi saat Gerhana Bulan sama seperti mekanisme Matahari maupun Bulan tampak berwarna kemerahan saat berada di ufuk rendah dan langit yang mempunyai rona jingga, seperti ketika Matahari terbenam maupun terbit.

Spektrum warna dengan panjang gelombang lebih pendek seperti ungu, biru, dan hijau akan dihamburkan ke angkasa, lalu spektrum warna dengan gelombang yang lebih panjang seperti merah, jingga, dan kuning akan diteruskan ke pengamat atau yang melihatnya.

Menurut NASA, selama fenomena gerhana bulan, warna cahaya Bulan akan berubah menjadi merah karena satu-satunya sinar matahari yang mencapai Bulan melewati atmosfer Bumi.

Namun, semakin banyak debu atau awan di atmosfer Bumi selama fenomena Gerhana Bulan Total ini terjadi, maka semakin merah Bulan akan muncul. Seolah-olah semua matahari terbit dan matahari terbenam di dunia diproyeksikan ke Bulan.

Baca juga: Apa Itu Fenomena Gerhana Bulan Total?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+