Kompas.com - 27/07/2022, 16:05 WIB

KOMPAS.com - Perhatian internasional tengah tertuju pada penyakit cacar monyet atau monkeypox. Pasalnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan penyakit ini sebagai darurat kesehatan global.

Sebagian besar kasus cacar monyet dilaporkan dari pasien yang tidak memiliki riwayat perjalanan ke negara-negara endemis, dan berhubungan dengan adanya keiikutsertaan pada pertemuan besar yang bisa meningkatkan risiko kontak, baik melalui lesi, cairan tubuh, droplet, dan benda terkontaminasi.

Sebagai informasi, cacar moyet adalah penyakit yang disebabkan oleh virus human monkeypox (MPXV) orthopoxvirus dari famili poxviridae yang bersifat higlipatogenik atau zoonosis.

Pertama kali virus ini ditemukan di Denmark pada tahun 1958 saat ada dua kasus seperti cacar muncul pada koloni kera, dan kasus pertama manusia terjadi di kelompok anak-anak pada tahun 1970.

Baca juga: Mengenal Cara Diagnosis Cacar Monyet, Penyakit Darurat Kesehatan Global WHO

Lantas, bagaimana karakteristik dari penyakit cacar monyet?

Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), monkeypox atau cacar monyet bisa menular dari hewan ke hewan dan dari hewan ke manusia.

Penularan dari hewan ke manusia melalui kontak langsung, lewat cairan tubuh terutama bagian yang ada cacarnya seperti di sekitar muka atau tubuh hewan, maupun melalui daging hewan yang tidak dimasak secara matang.

Sementara itu, penularan dari manusia ke manusia bisa melalui udara, cairan tubuh atau cacar di muka, mulut, tangan, dan badan, bahkan bisa juga melalui droplet.

Sumber penularan lainnya bisa terjadi pada ibu hamil ke anaknya melalui transmisi plasenta.

Periode monkeypox atau cacar monyet

Masa inkubasi cacar monyet berlangsung selama 5-13 hari atau 5-21 hari. Terdapat dua periode perkembangan penyakit ini, yaitu masa invasi dan masa erupsi.

  • Masa invasi

Masa invasi terjadi pada hari ke-0 sampai hari ke-5 ditandai dengan demam tinggi, sakit kepala berat, dan muncul benjolan atau pembesaran kelenjar limfa di leher, diketiak, atau selangkangan.

  • Masa erupsi

Masa erupsi terjadi 1-3 hari pasca demam, dengan munculnya ruam kulit, ruam pada wajah, telapak tangan, kaki, mukosa, alat kelamin, dan selaput lendir mata.

Fase erupsi adalah fase paling infeksius yang secara bertahap mulai muncul bintik merah seperti cacar makulopapula, lepuh berisi cairan bening (blister), lepuh berisi nanah (pustule), kemudian mengeras aau keropeng lalu rontok.

Meski begitu, cacar monyet dapat sembuh dengan sendirinya setelah 2-4 minggu setelah masa inkubasinya selesai. Biasanya diperlukan waktu hingga 3 minggu sampai periode lesi menghilang dan rontok.

Baca juga: CDC Peringatkan Cacar Monyet Muncul dengan Gejala Tidak Biasa, Apa Saja?

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.