Kompas.com - 09/07/2022, 20:01 WIB

KOMPAS.com - Merkurius, planet terdekat dengan matahari, berukuran hanya sedikit lebih besar dari bulan dan bumi. Planet ini mempunyai bopeng-bopeng yang merupakan kawah, namun selain itu, ada beberapa fakta tentang Merkurius.

Menariknya, Merkurius dapat terlihat dengan mata telanjang dari planet kita. Salah satunya saat fenomena astronomis tertentu seperti konjungsi planet atau planet sejajar yang terjadi pada 24 Juni lalu.

Menurut Universe Today, bangsa Sumeria menyebut planet ini sebagai Merkurius sejak milenium ke-2 SM, periode dari 2000 SM hingga 1001 SM, dan orang Babilonia menyebutnya sebagai Planet Nabu.

Adapun umat manusia mengetahuinya dengan nama yang diberikan oleh orang Romawi.

Planet Merkurius pertama kali diamati melalui teleskop yang baru ditemukan pada 1631 oleh astronom Galileo Galilei dan Thomas Harriot.

Sejak kunjungan pertamanya dari pesawat ruang angkasa Mariner 10 NASA pada tahun 1974, planet Merkurius telah menarik minat para ilmuwan.

Tak diragukan lagi, Merkurius akan terus mengejutkan terutama setelah misi bersama Badan Antariksa Eropa (ESA) dan Badan Eksplorasi Luar Angkasa Jepang (JAXA) BepiColombo tiba di planet ini pada akhir tahun 2025.

Baca juga: Karakteristik Planet Merkurius, Planet yang Terdekat dengan Matahari

Fakta-fakta planet Merkurius

Berikut sekumpulan fakta mengenai planet nomor satu dari Matahari di tata surya:

1. Atmosfer tertipis di tata surya

Merkurius memiliki atmosfer tertipis dari planet mana pun di tata surya. Atmosfernya sangat tipis sehingga disebut dengan nama lain eksosfer.

Eksosfer Merkurius sebagian besar terdiri dari oksigen, natrium, hidrogen, helium, dan kalium.

2. Planet terkecil

Merkurius adalah planet terkecil di tata surya dengan diameter sekitar 3.030 mil (4.876 Km), membuatnya selebar benua Amerika Serikat, hanya sedikit lebih besar dari bulan dan Bumi.

Sementara itu, Pluto telah lama dianggap sebagai planet terkecil di tata surya ini. Tetapi setelah direklasifikasi sebagai planet kerdil pada tahun 2006, posisi planet terkecil telah diberikan kepada Merkurius.

3. Orbit tercepat di Tata Surya

Kecepatan Merkurius mengelilingi matahari setiap 88 hari Bumi, meluncur dengan kecepatan hampir 29 mil (47 Km) per detik, lebih cepat daripada planet lain di tata surya.

Orbit Merkurius tidak hanya sangat cepat tetapi juga begitu elips. Fakta menarik tentang Merkurius yakni jaraknya yang sangat dekat dengan Matahari. Planet ini berada sedekat 29 juta mil (47 juta km) ke matahari dan sejauh 42 juta mil (70 juta km) dari matahari.

Baca juga: Foto Memukau Merkurius Diabadikan Pesawat Ruang Angkasa Eropa dan Jepang

Ilustrasi planet Merkurius. Misi eksplorasi Merkurius.SHUTTERSTOCK/Dotted Yeti Ilustrasi planet Merkurius. Misi eksplorasi Merkurius.

4. Permukaan es di dekat kutub Merkurius

Pada tahun 2012, pesawat ruang angkasa MESSENGER NASA menemukan es air di dalam beberapa kawah Merkurius.

Lima tahun kemudian, pada 2017, dipastikan bahwa Merkurius memiliki lebih banyak es yang berserakan di wilayah kutub utara daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Keberadaan es pertama kali terungkap pada 1990-an, saat teleskop berbasis Bumi mendeteksi bintik-bintik yang sangat reflektif di daerah kutub. Dikarenakan sangat dekat dengan matahari, mungkin terasa aneh bahwa Merkurius dapat menyimpan es permukaan sama sekali.

Kendati begitu, planet ini memiliki kemiringan sumbu yang sangat kecil, artinya daerah kutub menerima sangat sedikit sinar matahari langsung, dan beberapa kawah tetap berada dalam kegelapan.

Selain itu, Merkurius tidak memiliki atmosfer untuk dibicarakan, sehingga suhunya naik dan turun secara drastis pada siang dan malam hari.

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Planet Merkurius, Planet Terkecil di Tata Surya

5. Inti besi yang sangat besar

Merkurius memiliki inti logam besar dengan lebar sekitar 2.200 mil hingga 2.400 mil (3.600 hingga 3.800 Km), sekitar 75 persen dari diameter planet.

Inti yang besar memiliki lebih banyak besi yang terkandung dibandingkan planet lain di tata surya. Meski begitu, belum diketahui secara pasti terbentuknya inti besi ini.

6. Permukaan telah dipetakan

Probe MESSENGER NASA (singkatan dari Mercury Surface, Space Environment, Geochemistry, and Ranging mission), mengorbit Merkurius selama lebih dari empat tahun, dan kembali memancarkan beberapa gambar menakjubkan dari planet terdekat dengan matahari.

Para ilmuwan menggunakan gambar-gambar tersebut untuk membuat peta lengkap pertama permukaan Merkurius.

Baca juga: Mengapa Terkadang Merkurius dan Venus Bisa Disaksikan Pagi atau Sore Hari?

Planet MerkuriusNASA Planet Merkurius

7. Fluktuasi suhu terbesar di tata surya

Meskipun letaknya terdekat dengan matahari, permukaan planet ini masih bisa sangat dingin. Hal ini dikarenakan kurangnya atmosfer yang memerangkap panas.

Suhu siang hari bisa mencapai 800 derajat Fahrenheit (430 derajat Celsius), tapi pada malam hari suhunya turun hingga minus 290 derajat Fahrenheit (minus 180 derajat Celsius).

Fluktuasinya sama dengan suhu sekitar 1.100 derajat Fahrenheit (600 derajat Celsius), yang terbesar dari planet mana pun di tata surya.

8. Memiliki komet

Para ilmuwan telah menemukan, Merkurius memiliki aliran partikel yang mengelupas dari permukaannya seperti komet.

Foto-foto eksposur panjang yang diambil oleh astrofotografer di Bumi dapat menangkap gambar ekor yang aneh ini.

Baca juga: Fenomena Langit Akhir Pekan, Ada Konjungsi Kuartet Bulan, Merkurius, Venus dan Spica

Para ilmuwan percaya bahwa ekor dihasilkan saat natrium di eksosfer Merkurius bersinar sebagai akibat dari tereksitasi oleh cahaya dari matahari.

Sinar matahari juga dapat membebaskan molekul-molekul ini dari permukaan Merkurius dan mendorongnya ke luar angkasa.

9. Tornado magnetik

Para ilmuwan masih merasa bingung dengan medan magnet Merkurius, dikarenakan planet ini tampaknya terlalu kecil untuk menampung medan magnet global.

Meskipun medan magnet hanya memiliki kekuatan 1% dari Bumi, itu dapat menyebabkan keributan di permukaan Merkurius dalam bentuk tornado magnetik.

Menurut NASA, ketika medan magnet Merkurius berinteraksi dengan angin matahari, terkadang menghasilkan tornado magnetik yang menyalurkan plasma angin matahari secara cepat dan panas ke permukaan planet kecil itu.

Ketika plasma angin matahari menyentuh permukaan, akan menggantikan atom bermuatan netral di permukaan, lalu mengirimkan loop tinggi ke atmosfer Merkurius.

Baca juga: Hari Ini, Ada Fenomena Konjungsi Superior Merkurius dan Bulan-Pollux

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Manfaat Rambutan untuk Kesehatan Jantung?

Apa Manfaat Rambutan untuk Kesehatan Jantung?

Oh Begitu
Susu Mana yang Paling Baik untuk Lingkungan?

Susu Mana yang Paling Baik untuk Lingkungan?

Oh Begitu
Jenis-jenis Kelainan Darah dan Penyebabnya

Jenis-jenis Kelainan Darah dan Penyebabnya

Kita
Spesies Baru Kungkang Berkepala Mirip Kelapa Sempat Dikira Tidak Ada

Spesies Baru Kungkang Berkepala Mirip Kelapa Sempat Dikira Tidak Ada

Oh Begitu
Bagaimana Cara Semut Merayap di Dinding dan Melawan Gravitasi?

Bagaimana Cara Semut Merayap di Dinding dan Melawan Gravitasi?

Prof Cilik
Sama-sama Hitam dan Putih, Apa Bedanya Puffin dengan Penguin?

Sama-sama Hitam dan Putih, Apa Bedanya Puffin dengan Penguin?

Oh Begitu
Apa Warna Bulan yang Sebenarnya?

Apa Warna Bulan yang Sebenarnya?

Oh Begitu
Kenapa Hiu Takut terhadap Lumba-lumba?

Kenapa Hiu Takut terhadap Lumba-lumba?

Oh Begitu
Spesies Baru Kungkang Ditemukan, Kepalanya Mirip Kelapa Dikupas

Spesies Baru Kungkang Ditemukan, Kepalanya Mirip Kelapa Dikupas

Oh Begitu
Apa Manfaat Kupu-kupu dalam Ekosistem?

Apa Manfaat Kupu-kupu dalam Ekosistem?

Oh Begitu
Burung Pengicau Berwarna Mencolok Berisiko Punah Lebih Cepat

Burung Pengicau Berwarna Mencolok Berisiko Punah Lebih Cepat

Oh Begitu
Jumlah Darah dalam Tubuh Manusia

Jumlah Darah dalam Tubuh Manusia

Kita
5 Objek Paling Terang di Tata Surya

5 Objek Paling Terang di Tata Surya

Oh Begitu
Orang Suku Maya Kuno Makan Cokelat, Tidak Hanya untuk Persembahan Dewa

Orang Suku Maya Kuno Makan Cokelat, Tidak Hanya untuk Persembahan Dewa

Fenomena
Trenggiling Makan Apa?

Trenggiling Makan Apa?

Oh Begitu
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.