Kompas.com - 25/05/2022, 18:03 WIB

KOMPAS.com - Akupuntur disebut sebagai salah satu cara yang baik untuk menangani migrain.

Migrain adalah salah satu jenis sakit kepala yang sering terjadi pada segala usia.

Dokter Spesialis Akupuntur Klinik RS Pondok Indah, Bintaro Jaya, dr Newanda Mochtar, Sp.Ak mengatakan, serangan nyeri kepala migrain sangat bersifat spesifik, paroksismal atau mendadak, dan terkadang dibarengi adanya kilatan cahaya di depan mata.

Perlu diingat bahwa tidak semua kondisi nyeri atau sakit kepala itu bisa disebagai migrain.

“Adanya ketidak seimbangan neurotransmitter otak dapat menyebabkan migrain,” kata Nerwanda dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (24/5/2022).

Baca juga: Gejala Migrain Tak Hanya Sakit Kepala Sebelah, Ini Penjelasan Ahli

Berikut beberapa tanda atau gejala nyeri atau sakit kepala yang bisa disebut dengan migrain.

- Kondisi migrain dinyatakan sebagai nyeri kepala berulang
- Nyeri kepala ebih dari lima kali
- Nyeri kepala dengan durasi 4-72 jam dengan karakteristik berdenyut
- Intensitas nyeri kepala sedang sampai berat
- Uniteral atau menyerang pada satu sisi
- Nyeri kepala tambah sakit dengan aktivitas fisik
- Nyeri kepala juga bisa disertai atau manifestasi mual
- Nyeri kepala disertai sensitif terhadap cahaya dan suara

Namun, kelompok studi nyeri kepala Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) pada tahun 2013 dan American Headache Society (AHS) menyebutkan tidak mengharuskan terdapatnya nyeri kepala berdenyut, nyeri kepala unilateral, dan ada tidaknya gejala dalam setiap serangan.

“Migrain hanya dapat diobservasi oleh dokter yang memeriksa Anda, baik sebelum maupun sesudah serangan (nyeri kepala),” jelasnya.

Akupuntur bisa bantu atasi migrain

Nerwanda menjelaskan, 60 persen pencetus migrain adalah faktor genetik.

Sementara, 40 persen pencetus migrain lainnya adalah faktor lingkungan, sehingga dalam pendekatan penanganannya diperlukan satu kesinambungan baik terhadap individu maupun keluarga atau lingkungan.

Pasien yang tidak dapat ditangani dengan terapi obat-obatan dapat menggunakan terapi nonfarmakologi atau non- pengobatan untuk menyembuhkan dan mencegah serangan migrain, salah satunya yakni dengan akupuntur.

Akupuntur adalah teknik kesehatan holistik yang berasal dari praktik pengobatan tradisional Cina, yang dilakukan oleh ahlinya dengan memasukkan jarum tipis ke dalam kulit.

Gunanya adalah untuk merangsang titik-titik tertentu pada tubuh, yang bermanfaat dalam kesehatan tubuh dan mengurangi berbagai penyakit yang ada.

Baca juga: 8 Cara Mengatasi Migrain Tanpa Obat

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Bibit Siklon Tropis Tumbuh di Utara Indonesia, Waspada Dampaknya

2 Bibit Siklon Tropis Tumbuh di Utara Indonesia, Waspada Dampaknya

Fenomena
Sekitar 1,7 Juta Anak Indonesia Belum Imunisasi Dasar Lengkap, Apa Dampaknya?

Sekitar 1,7 Juta Anak Indonesia Belum Imunisasi Dasar Lengkap, Apa Dampaknya?

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro | Rompi Penurun Suhu | Manik Bipolar Marshanda

[POPULER SAINS] Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro | Rompi Penurun Suhu | Manik Bipolar Marshanda

Oh Begitu
Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Fenomena
Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.