Kompas.com - 28/04/2022, 11:30 WIB

KOMPAS.com - Puasa Ramadhan telah berjalan mendekati akhir, yang berarti segera datang hari raya Idul Fitri 2022, yang jatuh tepat pada 1 Syawal 1443 Hijriah.

Peneliti di Pusat Sains Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang menjelaskan, penentuannya secara umum menggunakan metode rukyat dan hisab.

“Secara umum dibagi menjadi dua, (yakni) rukyat/observasi dan hisab/perhitungan (estimasi),” kata Andi saat dihubungi Kompas.com, Kamis (28/4/2022).

Baca juga: Kemenag Akan Gelar Rukyatul Hilal di 99 Lokasi untuk Tentukan Awal Syawal, Ini Daftarnya

Andi menambahkan, sebenarnya lebih sederhana apabila penentuan Idul Fitri, murni menggunakan rukyat saja.

“Mengacu pada hadis: Berpuasalah jika kalian melihat hilal dan berbuka (berhari raya)-lah jika kalian melihat hilal, dan jika tertutup maka kadarkanlah (kira-kirakan/hitunglah) menjadi 30 hari,” tutur dia.

Sehingga, jika hilal berhasil diamati pada 29 penanggalan Hijriah petang hari, lanjut dia, malamnya sudah masuk malam tanggal 1.

Sedangkan apabila tidak berhasil diamati, malamnya masih masuk malam 30 dan besok malamnya baru masuk malam tanggal 1.

“Perlu diingat, pergantian hari dalam penanggalan Hijriah dimulai setelah matahari terbit,” tegas dia.

Ketampakan hilal

Andi menyampaikan, dalam astronomi terdapat kriteria ketampakan atau visibilitas hilal.

Kriteria ini disusun dari hasil tabulasi rukyat selama ini, yang kemudian dirumuskan pada ketinggian dan elongasi berapa hilal dapat terlihat.

“Jika mengacu pada kriteria MABIMS (menteri-menteri agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang baru, yaitu altitude 3° dan elongasi 6,4°,” jelas Andi.

Sementara kondisi hilal di indonesia dari segi ketinggian sebenarnya sudah memenuhi karena berada pada rentang 3,75° (di Merauke) hingga 5,55° di Sabang.

Kendati begitu, elongasi atau sudut pisah antara hilal dan matahari nyaris memenuhi karena berada pada rentang 4,88° (di Merauke) hingga 6,35° di Sabang.

“Nilai altitude dan elongasi ini dihitung saat matahari terbenam,” papar Andi.

Meski secara kriteria belum memenuhi, ada tiga kota di Indonesia yang sebenarnya sudah memenuhi kriteria MABIMS Baru (3-6,4°), yakni:

  1. Sabang
  2. Banda Aceh
  3. Jantho (Aceh Besar)

Baca juga: Kapan Lebaran Idul Fitri 2022? Ini Potensi Hilal 1 Syawal Prediksi BMKG

Halaman Selanjutnya
Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.