Terumbu Karang Raksasa Berbentuk Mawar Ditemukan di Lepas Pantai Tahiti

Kompas.com - 23/01/2022, 20:05 WIB
Para ilmuwan menemukan hamparan terumbu karang berbentuk mawar di lepas pantai Tahiti. @alexis.rosenfeld/InstagramPara ilmuwan menemukan hamparan terumbu karang berbentuk mawar di lepas pantai Tahiti.

KOMPAS.com - Para ilmuwan baru-baru ini menemukan terumbu karang raksasa yang berbentuk seperti mawar yang masih asli di lepas pantai Tahiti, Pasifik Selatan.

Dilansir dari Aljazeera, Kamis (20/1/2022) terumbu karang berbentuk mawar yang terletak di kedalaman lebih dari 30 meter ini, mungkin membutuhkan waktu sekitar 25 tahun untuk tumbuh.

Para ilmuwan mengungkapkan, bahwa beberapa karang berbentuk mawar dengan diameter lebih dari dua meter.

“Sangat menakjubkan melihat karang mawar raksasa yang indah yang membentang sejauh mata memandang. Itu seperti sebuah karya seni,” kata fotografer Prancis Alexis Rosenfeld, yang memimpin tim penyelam internasional dalam penemuan itu.

Baca juga: Ahli Selamatkan Terumbu Karang di Pulau Sangiang Pakai PVC, Apa Itu?

Hal senada juga diungkapkan Kepala Komisi Oseanografi Antarpemerintah di UNESCO, Julian Barbiere. Menurut dia, terumbu karang itu seperti kebun mawar, Barbiere mengaku sangat senang setelah mendengar kabar tersebut.

Dijelaskan tim ilmuwan, terumbu karang berbentuk mawar di Tahiti berada di 'zona senja' di kedalaman 30 hingga 120 meter di bawah permukaan laut yang masih memiliki cukup cahaya bagi karang untuk tumbuh dan berkembang biak.

Mereka menambahkan, bahwa terumbu karang ini juga mungkin menjadi yang terbesar dari penemuan sebelumnya di kedalaman yang sama.

Sebab, UNESCO menyebut sebagian besar terumbu karang yang telah ditemukan di dunia berada di perairan yang lebih hangat pada kedalaman hingga 25 meter.

Terumbu karang langka itu terhampar sepanjang 3 kilometer di laut yang dianggap cukup dalam untuk melindunginya dari efek pemutihan air laut yang memanas.

Sebagai informasi, proses pemutihan adalah respons stres yang dialami karang lantaran suhu di sekitarnya terlalu panas selama. Pada kondisi ini, mereka akan kehilangan warna, dan kehidupannya pun terancam.

Misalnya, terumbu karang yang paling terkenal Great Barrier Reef Australia. Terumbu karang ini telah terdaftar sebagai Warisan Dunia UNESCO, namun 80 persen karangnya telah mengalami pemutihan yang parah sejak 2016.

Baca juga: Lindungi Terumbu Karang, SHEBA Gandeng Warga Pulau Bontosua Jalankan Program Hope Reef

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Aljazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.