Kompas.com - 23/01/2022, 12:01 WIB

KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) melaporkan dua pasien yang terinfeksi varian B.1.1.529 atau Omicron telah meninggal dunia.

Temuan tersebut, dikatakan Kemenkes merupakan kasus kematian pertama akibat Omicron di Indonesia yang dinilai sangat cepat menular.

Menurut Juru Bicara Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi, M.Epid dua pasien tersebut memiliki komorbid atau penyakit penyerta.

“Satu kasus merupakan transmisi lokal, meninggal di Rumah Sakit Sari Asih Ciputat dan satu lagi merupakan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN), meninggal di RSPI Sulianti Saroso," papar Nadia dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (22/1/2022).

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Dia menambahkan bahwa sejauh ini mayoritas kasus Omicron di Indonesia berasal dari PPLN. Di samping itu, kasus transmisi lokal juga tampaknya mulai mengalami peningkatan.

Fakta-fakta Pasien Omicron di Indonesia Meninggal Dunia

1. Usia dan gender pasien

Dihubungi Kompas.com, Minggu (23/1/2022) dr Nadia mengungkapkan bahwa dua pasien Omicron meninggal dunia tersebut berjenis kelamin perempuan dan laki-laki.

Menurut dia, pasien perempuan itu berusia 54 tahun, sedangkan pasien laki-laki berusia 64 tahun.

2. Gejala yang dikeluhkan

Sementara itu, gejala Covid-19 yang dikeluhkan kedua pasien masuk dalam kategori gejala berat. Terlebih, seperti yang dikatakan Nadia sebelumnya, bahwa mereka memiliki komorbid.

"Gejala berat pasti karena sudah sesak (napas), saturasinya (oksigennya) rendah dan perlu terapi oksigen," beber Nadia.

3. Status vaksinasi pasien

Terkait dengan status vaksinasi pasien Omicron meninggal dunia tersebut, Nadia mengatakan pasien lansia berjenis kelamin laki-laki belum divaksin Covid-19. Sementara, pasien lainnya sudah divaksinasi lengkap.

4. Memiliki komorbid

Kedua pasien Omicron tercatat memiliki komorbid, di mana pasien perempuan yang merupakan pelaku perjalanan luar negeri mengalami multi komorbid seperti hipertensi, diabetes melitus (DM), serta obesitas.

"Yang PPLN perempuan 54 tahun sudah divaksin tapi DM-nya tidak terkontrol baik," kata Nadia.

Sementara pasien Omicron laki-laki yang merupakan kasus transmisi lokal dan belum divaksinasi, mempunyai penyakit penyerta di antaranya hipertensi dan penyakit ginjal.

Baca juga: Ketahui Gejala Omicron yang Sering Muncul dan Cara Mencegah Penularannya

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.