Temuan Makam Kuno Berusia 3000 Tahun di China, Bukti Ritual Penguburan Hidup-hidup

Kompas.com - 23/01/2022, 09:03 WIB
Kerangka prajurit yang dikorbankan (Image credit: Anyang Institute of Cultural Relics and Archaeology)Kerangka prajurit yang dikorbankan

KOMPAS.com - Kompleks makam ditemukan di sebuah situs arkeologi di dalam kota Anyang di Provinsi Henan, China.

Kota tersebut letaknya tak jauh dari kota kuno Yin, ibu kota dinasti Shang, yang memerintah antara 1600 SM hingga 1046 dan merupakan dinasti paling awal yang pernah tercatat di China.

Lalu apa yang membuat menarik dari penemuan kompleks makam ini?

Mengutip Live Science, Sabtu (22/1/2022) makam berusia 3000 tahun itu menurut peneliti merupakan milik dari klan kaya. Ini terbukti dengan temuan sisa-sisa kereta perang, prajurit, dan kuda perang yang tampaknya turut dikorbankan dalam pemakaman mereka.

Baca juga: Penemuan Makam Kuno Peru Ungkap Petunjuk Peradaban Budaya Wari

Beberapa prajurit mengenakan topi yang dihiasi dengan untaian kerang ketika mereka dimakamkan. Sementara dahi beberapa kuda dihiasi dengan lapisan emas dan alas perunggu.

"Ini sangat langka di antara penemuan kuno Anyang lainnya karena mencerminkan status dan kekuatan luar biasa dari pemilik kereta," kata Kong Deming, direktur Institut Peninggalan Budaya dan Arkeologi Kota Anyang.

Studi dari Penn State University juga mencatat, praktik 'ritual bunuh diri' para pelayan atau 'sukarela' untuk dikubur hidup-hidp di pemakaman majikan yang berstatus tinggi adalah hal biasa yang terjadi di Dinasti Shang China.

Klan kuno

Para arkeolog telah menggali situs di kota Anyang sekitar dua tahun. Sejauh ini, mereka telah menemukan fodasi 18 bangunan kuno serta 24 makam dan lubang pemakaman untuk enam kereta yang berisi sisa-sisa manusia dan kuda yang dikurbankan.

Mereka pun berpikir situs kuno ini adalah pusat kehidupan utama bagi sebuah klan yang disebut 'Ce'.

Lambang klan Ce muncul di banyak perunggu yang ditemukan di situs, sehingga peneliti yakin klan itu aktif di daerah tersebut.

Selain perunggu, para arkeolog juga menemukan peninggalan lain di makam termasuk benda-benda yang terbuat dari batu giok, batu, tulang, dan cangkang. Banyak yang dihias dengan mewah, yang menunjukkan bahwa klan itu kaya.

Meskipun perampok makam mungkin telah menjarah salah satu makam terbesar, makam lainnya masih berisi peninggalan yang beragam dan relatif terpelihara dengan baik.

Para peneliti pun sekarang berharap dapat mempelajari lebih lanjut mengenai status sosial klan, pembagian kerja dan hubungan dengan keluarga kerajaan Shang.

Baca juga: Arkeolog Mesir Temukan 110 Makam Kuno, Berisi Banyak Jenazah Jongkok

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.