Kompas.com - 23/01/2022, 13:03 WIB

KOMPAS.com - Saat ini program vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun, dan 12 -17 tahun sudah diwajibkan di seluruh Indonesia, tetapi tak sedikit orang yang masih meragukan keamanannya.

Ketua Komite Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI), Prof DR Dr Hindra Irawan Satari Sp.A(K), M.TropPaed mengatakan, keraguan itu wajar, tetapi produk vaksin Covid-19 yang saat ini dianjurkan sudah melalui banyak tahapan dan dijamin keamanannya sebelum dicanangkan sebagai program nasional.

"Keamanan vaksin Covid-19 pada anak tidak berbeda dengan pada dewasa," kata Hindra dalam Media Briefing: IDAI Menjawab Kegalauan Masyarakat tentang Vaksin Covid-19 pada Anak, Sabtu (22/1/2022).

Baca juga: Kondisi Anak Usia 6-11 Tahun yang Boleh dan Tidak Boleh Vaksin Covid-19

Keamanan vaksin Covid-19 terjamin, karena produk vaksin Covid-19 yang digunakan pada anak-anak sudah mendapatkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

Adapun dua jenis vaksin Covid-19 yang sudah mendapatkan EUA untuk anak-anak adalah Sinovac (untuk anak usia 6-17 tahun), dan Pfizer (untuk anak usia 12-17 tahun).

Meskipun sudah dinyatakan keamanannya, sama halnya dengan pemberian kepada orang dewasa, pemberian dosis vaksin juga akan memicu respons yang berbeda-beda pada tiap orang. 

Ada yang mengalami KIPI kategori ringan, sedang, dan ada pula yang tidak mengalami KIPI sama sekali.

Jika mengalami KIPI, apa yang harus dilakukan?

Hindra mengingatkan, agar para orangtua tidak perlu khawatir berlebihan jika tubuh anak memiliki reaksi atau respons setelah diberikan suntikan vaksinasi Covid-19.

Jika anak terlihat tidak merasa nyaman, segera minta anak untuk beristirahat.

Jika dibutuhkan, beri obat penurun demam sesuai dosis yang dianjurkan dan cukup minum air putih.

"Kalau dia demam, atau agak sedikit meriang, kasih obat saja enggak apa-apa, boleh kok, tapi sesuai dosis yang dianjurkan," kata Hindra.

Selain itu, jika setelah vaksinasi ternyata anak-anak merasakan nyeri di tempat suntikan, maka itu juga termasuk KIPI yang wajar selagi tidak membengkak, dan hilang dalam beberapa jam atau hari.

Minta anak tetap menggerakkan tangannya secara perlahan, untuk mengurangi rasa nyeri tersebut.

"Kalau perlu, kompres bagian yang nyeri dengan kain bersih yang dibasahi dengan air dingin, untuk mengurangi sedikit nyeri bekas suntikan itu," ujarnya.

Umumnya, berikut beberapa KIPI yang mungkin dialami anak-anak usai vaksinasi Covid-19. Gejala KIPI ini tergolong dalam kategori ringan yang pada dasarnya masih bisa ditoleransi oleh tubuh.

- Nyeri pada lengan

- Sakit kepala

- Nyeri otot

- Nyeri sendi

- Menggigil

- Mual atau muntah

- Merasa lelah

- Mengalami gejala mirip flu

- Menggigil selama 1-2 hari

- Demam yang ditandai suhu tubuh di atas 37,8 derajat celcius

Baca juga: Mitos dan Fakta tentang Vaksin Covid-19 untuk Anak Menurut CDC

 

Ilustrasi vaksin Covid-19.SHUTTERSTOCK/PalSand Ilustrasi vaksin Covid-19.
Kapan harus ke dokter?

Setelah mengetahui apa saja kemungkinan KIPI yang bisa dialami anak-anak usai diinjeksikan vaksin Covid-19, maka seharusnya orangtua bisa menilai sendiri apakah respons tubuh anak  normal pasca imunisasi atau memang ada yang salah dan memerlukan bantuan tenaga medis.

Untuk itu, Hindra menyarankan agar orangtua segera membawa anak ke layanan kesehatan, jika mengalami demam yang timbul lebih dari 48 jam setelah pemberian dosis vaksin Covid-19.

Baca juga: Viral Video Anak Divaksin dengan Paksa, Psikolog: Minta Maaf dan Dengarkan Kegelisahan Anak

"Jika demam timbul lebih dari 48 jam setelah vaksinasi, atau berlangsung lebih lama dari 48 jam, anak harus isolasi mandiri dan melakukan tes Covid-19," saran dia.

Selain itu, saat keluhan tidak mereda, penting bagi orangtua untuk tetap tenang dan segera menghubungi petugas kesehatan di nomor kontak yang tertera di kartu vaksinasi, atau pergi ke fasyankes terdekat atau dokter terdekat.

Selanjutnya, pihak tenaga kesehatan atau dokter yang akan melakukan perawatan lebih lanjut terhadap kondisi anak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.