Kompas.com - 22/11/2021, 20:01 WIB
Ilustrasi reaktor nuklir yang akan ditempatkan NASA di Bulan. Fusi nuklir ini akan memberikan suplai daya listrik untuk mendukung kehidupan koloni astronot di Bulan. Tak hanya akan berguna dalam misi eksplorasi di Bulan, tetapi juga misi eksplorasi di Mars di masa depan. NASAIlustrasi reaktor nuklir yang akan ditempatkan NASA di Bulan. Fusi nuklir ini akan memberikan suplai daya listrik untuk mendukung kehidupan koloni astronot di Bulan. Tak hanya akan berguna dalam misi eksplorasi di Bulan, tetapi juga misi eksplorasi di Mars di masa depan.


KOMPAS.com - Misi menjadikan Bulan sebagai pangkalan luar angkasa, menjadi rencana yang sedang dipersiapkan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Salah satu yang akan dilakukan NASA adalah menempatkan reaktor nuklir di Bulan.

Sebagai bagian dari program Artemis yang dipimpin NASA, para astronot akan kembali ke Bulan segera setelah tahun 2024.

Misi Artemis bertujuan untuk membangun koloni manusia jangka panjang di satelit Bumi, dilansir dari Science Alert, Senin (22/11/2021).

Pangkalan Bulan akan menjadi tempat tinggal para astronot yang akan bekerja menyelidiki Bulan dan luar angkasa dari dekat.

Namun, tentunya, untuk tinggal dan bekerja di Bulan, dibutuhkan daya atau energi, sementara sumber daya itu tidak tersedia di Bulan.

Sejumlah solusi kreatif mungkin dapat membantu mengatasi masalah dan tantangan tersebut. Salah satunya yang selama bertahun-tahun ini dikembangkan oleh NASA.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: NASA: Kilopower Reaktor Nuklir untuk Ruang Angkasa Sukses Diuji

 

Para ilmuwan NASA memandang fusi atau reaktor nuklir sebagai pilihan daya paling praktis untuk koloni astronot di masa depan, saat mereka tinggal dan bekerja di pangkalan Bulan, yang jauh dari Bumi.

Oleh sebab itu, NASA pun berencana mewujudkan pembuatan reaktor nuklir di Bulan.

"Energi yang melimpah akan menjadi kunci untuk eksplorasi ruang angkasa di masa depan," kata Jim Reuter, administrator asosiasi untuk Space Technology Mission Directorate (STMD) NASA.

Setelah bertahun-tahun menyelidiki kemungkinan fusi nuklir Bulan di bawah proyek Kilopower sebelumnya, NASA mempelopori upaya baru dalam penelitian tenaga permukaan fisi, bekerja sama dengan Departemen Energi AS (DOE).

Kedua organisasi tersebut saat ini menyerukan mitra industri Amerika untuk menyerahkan konsep desain untuk sistem tenaga fisi nuklir yang dapat dioperasikan di permukaan bulan dan siap untuk diluncurkan dan menunjukkan potensi mereka di Bulan dalam dekade ini.

Menurut NASA, sistem fusi atau reaktor nuklir kecil dan ringan, yang mampu beroperasi pada pendarat Bulan atau rover Bulan, dapat menyediakan daya hingga 10 kilowatt daya listrik. Daya sebanyak itu akan dapat memenuhi kebutuhan rata-rata listrik beberapa rumah tangga.

Baca juga: NASA Paparkan Tujuan Misi Astronot Artemis III ke Bulan 2024

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.