Kompas.com - 01/09/2021, 08:02 WIB
Ilustrasi matahari terbit SHUTTERSTOCK/Valentin ValkovIlustrasi matahari terbit

KOMPAS.com - Ada banyak sekali warna yang kita perhatikan menghiasi alam semesta ini. Warna-warna tersebut juga selalu berbeda saat pagi, siang, petang hingga malam hari.

Namun, warna apakah yang paling dominan menghiasi alam semesta ini?

Peneliti Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Andi Pangerang mengatakan, sebelum membahas mengenai warna yang mendominais alam semesta ini, kita harus memahami dulu apa itu warna.

Menurut Andi, apa yang kita persepsikan sebagai warna pada dasarnya adalah spektrum elektromagnetik yang dipantulkan kembali ke mata kita.

Baca juga: Hipotesis di Balik Indahnya Warna- warni Bunga

Proses pemantulan spektrum elektromagnetik itu terjadi melalui tiga sel kerucut dan satu sel batang, yang terdapat di dalam bola mata kita. Di mana, keempatnya terletak di retina di belakang bola mata kita.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Masing-masing sel kerucut ini peka terhadap tiga warna, yaitu merah, hijau dan biru. 

Sedangkan, sel batang peka terhadap intensitas cahaya yang rendah.

Prinsip serupa diterapkan oleh alat optik yang menggunakan charge-coupled device (CCD), yakni semacam sensor yang berfungsi untuk menangkap gambar.

"Setiap spektrum elektromagnetik memiliki panjang gelombangnya masing-masing. Spektrum cahaya tampak atau spektrum kasatmata termasuk salah satu dari spektrum elektromagnetik yang masih dapat diamati oleh mata manusia," kata Andi kepada Kompas.com, Selasa (31/8/2021).

Penelitian sampel cahaya dan deratan warna mendominasi 

Hampir dua dekade silam, Ivan Baldry dan Karl Glazebrook dari Johns Hopkins University, Maryland, Amerika Serikat telah mengumpulkan sampel cahaya dari 200.000 galaksi yang memancarkan spektrum berbeda-beda.

Sampel cahaya ini kemudian diolah ke dalam sebuah program komputer yang dapat menentukan spektrum tunggal rata-rata dari alam semesta, atau disebut juga spektrum kosmik. 

Spektrum kosmik inilah yang kemudian dipersepsikan sebagai warna yang paling dominan di alam semesta, seandainya seluruh bintang di alam semesta dapat diamati oleh mata manusia pada jarak yang sama dari Bumi. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.