Kompas.com - 31/08/2021, 14:01 WIB
Penulis Lulu Lukyani
|

KOMPAS.com – Ditemukan pada tahun 1800-an, kereta api merupakan salah satu transportasi umum yang terus berkembang hingga saat ini.

Di beberapa negara, kereta api telah menjadi transportasi modern yang canggih dengan fitur yang semakin memudahkan para penggunanya.

Namun, apakah para pengguna kereta api pernah bertanya-tanya mengenai fungsi batu kerikil di rel kereta api?

Dilansir dari Wonderful Engineering, batu-batu kerikil yang ada pada rel kereta api merupakan pemberat. Fungsi pemberat tersebut adalah untuk menahan ikatan kayu agar rel tetap di tempatnya.

Pemberat lintasan ini pada dasarnya membentuk trackbed, yakni tempat bantalan kereta api disimpan. Pemberat rel diletakkan di antara bantalan, di area bawah, dan di sisi rel kereta api.

Baca juga: Pompeii Masih Bikin Takjub, Kini Ahli Temukan Kereta Kuda Nyaris Utuh

Adapun bantalan rel kereta api adalah penyangga berbentuk persegi panjang yang biasanya dibuat tegak lurus terhadap rel.

Bantalan rel kereta api biasanya dibuat dari kayu atau beton pre-stressed. Fungis bantalan ini adalah untuk menahan rel tetap tegak dan berada di tempatnya.

Lantas, apakah pemberat rel kereta api harus menggunakan batu kerikil tajam atau bisa menggunakan jenis batu lainnya?

Dilansir dari Science ABC, tidak sembarang batu yang bisa diletakan di rel kereta api. Misal, jika yang digunakan adalah batu bulat yang halus, batu-batu tersebut mungkin akan meluncur dan tidak bisa berfungsi saat kereta api melintas.

Oleh sebab itu, dibutuhkan batu yang tidak akan banyak bergerak, yakni batu-batu kerikil yang tajam.

Baca juga: Kaki Seribu Berkerumun di Jalur Kereta Jepang Tiap 8 Tahun, Ini Alasannya

Selain berfungsi untuk memastikan rel tetap di tempatnya saat kereta melintas, pemberat ini juga berfungsi untuk menyegel air yang mungkin ada di sekitar rel agar tidak benar-benar mencapai rel.

Meski pemberat tidak sepenuhnya menghadang air ke rel kereta api, ia memfasilitasi drainase air di sekitar rel dan di bawah rel sehingga air tersebut tidak membahayakan tanah di sekitarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.