Kompas.com - 27/07/2021, 13:03 WIB
Ilustrasi parosmia freepikIlustrasi parosmia

KOMPAS.com - Pernahkah Anda merasa tidak bisa mencium aroma sesuatu? Atau mungkin sesuatu yang wanginya biasa Anda kenal tiba-tiba baunya menjadi tidak sedap? Itu adalah parosmia. Artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai gejala itu.

Apa itu parosmia?

Parosmia adalah kondisi dimana seseorang tidak bisa mencium bau sesuatu atau mungkin bau yang dicium mengalami distorsi sehingga berubah aromanya. Ini terjadi ketika reseptor bau di hidung Anda tidak mendeteksi bau atau salah menerjemahkan bau menjadi impuls saraf ke otak.

Penyebab parosmia

Beberapa penyebab umum parosmia adalah sebagai berikut:

  • Infeksi virus, terutama yang menyerang saluran pernapasan dan sinus
  • Trauma kepala
  • Beberapa jenis obat
  • Kejang pada otak lobus temporal
  • Tumor otak
  • Mulut kering terus menerus
  • Covid-19

Baca juga: Terapi Ini bisa Bantu Pulihkan Anosmia Pasien Covid-19

Parosmia pada Covid-19

Parosmia menyerang setidaknya 25 persen pasien Covid-19. Sebagian mungkin mengalami anosmia atau hilang kemampuan mencium bau secara total dan segera pulih setelah beberapa waktu. Namun beberapa lainnya mungkin mengalaminya hingga beberapa bulan setelah infeksi Covid-19.

Dilansir dari WebMD, hampir sebagian orang dengan Covid-19 yang berpartisipasi dalam sebuah studi melaporkan masih mengalami parosmia hingga 6 bulan setelah terinfeksi. Beberapa mendefinisikan aroma yang mereka cium sebagai bau busuk atau bau tengik.

Studi lain menyebutkan bahwa terdapat 7 persen orang yang melaporkan gangguan mencium aroma justru setelah sembuh dari Covid-19. Kondisi ini disebut juga dengan delayed parosmia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Risiko

Parosmia bisa mengganggu kehidupan sehari-hari. Hal ini disebabkan karena berkurangnya kemampuan penciuman aroma bisa menyebabkan kehilangan nafsu makan, kehilangan berat badan, dan depresi.

Pada beberapa kondisi, gejala ini bisa membahayakan. Contoh kondisi yang membahayakan adalah jika ada kebocoran gas, namun hidung gagal mengenali bau gas bocor, atau kondisi seperti ada asap di dalam rumah.

Beberapa profesi juga mungkin terganggu jika mengalami gejala ini. Beberapa profesi yang mungkin terdampak adalah koki, orang yang bekerja di tempat parfum, dan pemadam kebakaran.

Baca juga: Bagaimana Penyembuhan Gangguan Parosmia Pasien Covid-19?

Perawatan

Jika mengalami gejala ini dan merasa terganggu, Anda bisa menemui dokter spesialis THT atau dokter spesialis saraf. Dokter mungkin akan memberikan resep beberapa obat yang bisa meringankan gejala tersebut.

Namun, belum ada perawatan yang benar-benar bekerja untuk parosmia akibat Covid-19 atau trauma kepala. Saraf yang cedera pada rongga hidung Anda bisa tumbuh dan mengalami regenerasi. Setelah itu terjadi, maka kemampuan Anda untuk mencium aroma akan kembali normal.

 



Sumber WebMD
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.