Kompas.com - 27/07/2021, 08:02 WIB
Ilustrasi covid varian delta ShutterstockIlustrasi covid varian delta

KOMPAS.com - Varian Delta adalah versi virus corona tercepat, terkuat, dan paling tangguh yang saat ini dihadapi dunia.

Menurut ahli virologi dan ahli epidemiologi, disadari atau tidak, varian Delta telah mengubahkan asumsi tentang Covid-19 bahkan saat banyak negara mulai mengubah kebijakan dan menata perekonomian kembali.

Dilansir dari Reuters, Senin (26/7/2021), keberadaan varian Delta menimbulkan banyak kekhawatiran di kalangan ilmuwan.

Perlindungan vaksin tetap sangat kuat terhadap infeksi parah dan rawat inap yang disebabkan oleh versi virus corona mana pun.

Sebab itu, 10 pakar Covid-19 terkemuka di dunia sepakat mengatakan bahwa orang yang paling berisiko terinfeksi Covid-19 adalah mereka yang belum divaksinasi.

Namun varian Delta terbukti lebih mampu menginfeksi orang yang sudah divaksinasi penuh dibanding varian virus corona lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebuah penelitian di China menemukan bahwa orang yang terinfeksi varian Delta membawa virus 1.000 kali lebih banyak di hidung dibandingkan dengan orang yang terinfeksi strain asli yang pertama kali diidentifikasi di Wuhan, China pada 2019.

Baca juga: Mengapa Varian Delta Lebih Menular Dibandingkan Varian Virus Corona Lainnya?

Alih-alih membuat orang yang terinfeksi mengalami gejala parah, kekhawatiran utama tentang varian Delta yang pertama kali diidentifikasi di India adalah penyebarannya yang lebih masih.

Ketika varian Delta lebih mudah menularkan virus ke banyak orang, ini meningkatkan infeksi dan rawat inap bagi mereka yang belum divaksin.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, varian Delta 40 persen lebih menular dibanding varian Alpha. Satu orang yang terinfeksi varian Delta dapat menularkan virus yang sama ke 7-8 orang lainnya.

Jika dibandingkan dengan varian asli atau original yang ditemukan di Wuhan akhir 2019 lalu, satu orang yang terinfeksi varian asli bisa menularkan virus "hanya"ke 3-4 orang lain.

Bukti lain yang baru ditemukan adalah varuan Delta lebih mampu menginfeksi orang yang sudah divaksinasi penuh dibanding versi lainnya.

Para ahli pun khawatir bahwa mereka yang sudah divaksin penuh tapi terpapar varian Delta, tetap dapat menyebarkan virus.

"Risiko terbesar bagi dunia saat ini hanyalah Delta," kata ahli mikrobiologi Sharon Peacock, yang menjalankan upaya Inggris untuk mengurutkan genom varian virus corona.

Peacock menyebut Delta sebagai varian virus corona tercepat sejauh ini.

Virus terus berevolusi melalui mutasi, dengan munculnya varian baru. Terkadang ini lebih berbahaya daripada yang asli.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.