Kompas.com - 13/06/2021, 20:02 WIB
Ilustrasi lalat buah Shutterstock/Ant CooperIlustrasi lalat buah

KOMPAS.com - Saat seseorang lapar, biasanya dia lebih mudah tersinggung atau lebih agresif. Uniknya, perilaku ini juga dilakukan lalat buah.

Dilansir The Independent, Sabtu (5/6/2021), para ilmuwan dari University of East Anglia (UEA) dan Oxford University menemukan bahwa lalat buah jantan berperilaku lebih agresif saat kelaparan atau perut kosong.

Jika perut tidak terisi selama 24 jam, tingkat keagresifan lalat buah akan meningkat.

Hal ini diketahui setelah tim peneliti menempatkan lalat buah jantan dan makanan dengan jumlah berbeda di vial (botol kecil yang biasanya terbuat dari kaca).

Baca juga: Serba-serbi Hewan: Kucing Suka Duduk di Atas Kotak, Bahkan yang Palsu

Peneliti kemudian mencatat jumlah serangan dan perkelahian berdasarkan jumlah makanan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Di satu sisi, kelaparan membuat tubuh melemah. Sehingga individu yang lapar cenderung tidak bisa memenangkan perkelahiran dan karenanya lebih jarang menunjukkan agresi," kata penulis senior Jen Perry dari UEA's School of Biological Sciences.

“Di sisi lain, individu yang lapar mungkin lebih termotivasi untuk bertarung memperebutkan makanan, yang mengarah ke agresi," imbuh dia.

Perry berkata, dia dan tim menemukan bahwa lalat buah jantan yang lapar menunjukkan lebih banyak agresi dibanding tubuh lemas.

“Mereka lebih cenderung menyerang satu sama lain secara agresif dan saling memukul dengan kaki. Dan mereka menghabiskan lebih banyak waktu untuk mempertahankan tempat makanan," ungkap Perry.

"Semakin lapar mereka, semakin banyak daya tempur yang mereka tunjukkan. Dengan kata lain, sama seperti manusia, lalat buah bisa lapar."

Dokter mengatakan bahwa pada manusia gula darah rendah memicu hormon untuk dilepaskan ke aliran darah, termasuk hormon adrenalin dan kortisol, hormon stres yang dapat menyebabkan agresi.

Gula darah rendah juga dapat mempengaruhi fungsi otak yang mengontrol impuls dan mendorong perilaku naluriah.

Misalnya, beberapa orang berjuang untuk berkonsentrasi saat perut kosong.

Baca juga: Serba-serbi Hewan: Setiap Lumba-lumba Punya Nama, Mirip Manusia

“Peningkatan agresi oleh lalat jantan yang kekurangan makanan mungkin merupakan strategi untuk memaksimalkan hasil reproduksi jangka pendek di lingkungan di mana kelangsungan hidup tidak pasti, tetapi ini akan memerlukan penyelidikan lebih lanjut," kata Danielle Edmunds, yang melakukan percobaan di Oxford.

“Penelitian kami yang lain menunjukkan bahwa kondisi makanan yang buruk di awal kehidupan memiliki efek sebaliknya pada agresi. Lalat yang tumbuh dengan makanan terbatas kurang agresif saat dewasa.”

Tidak ada lalat yang mati selama percobaan.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.