Kompas.com - 09/05/2021, 18:02 WIB
Ilustrasi rambut rontok Pixabay/GabrielakaniaIlustrasi rambut rontok

KOMPAS.comRambut rontok bisa menjadi masalah ketika sudah terjadi berlebihan. Jika tidak dirawat, rambut rontok berlebihan bisa mengarah ke kebotakan sehingga menimbulkan hilangnya percaya diri.

Dilansir dari American Academy of Dermatology Association, ada 16 hal yang bisa menjadi penyebab rambut rontok.

Keturunan

Rontok tipe ini akan terlihat sebagai penipisan rambut di seluruh kulit kepala. Rontok akibat keturunan akan berbeda karakteristiknya antara pria dan wanita. Ciri khas tipe ini ada pola rontoknya rambut yang akan terlihat saat kerontokkan sudah parah.

Pada pria biasanya rambut rontok akan mempengaruhi bagian dari sehingga garis rambut tampak semakin mundur atau kebotakan di atas kepalanya. Sedangkan pada wanita, kerontokan jenis ini akan terlihat pada belahan rambut. Jarak antara belahan rambut akan terlihat saling menjauh.

Baca juga: Bagaimana Stres Menyebabkan Rambut Rontok? Studi Baru Bisa Jadi Petunjuk

Usia

Seiring menuanya seseorang, pertumbuhan rambut seseorang akan melambat. Bahkan folikel rambut berhenti tumbuh sehingga rambut semakin tipis. Pada kerontokkan tipe ini biasanya rambut juga mulai tumbuh uban.

Alopecia areata

Alopecia areata adalah penyakit autoimun yang menyerang sel-sel sehat di tubuh, termasuk menyerang folikel rambut. Folikel rambut berfungsi untuk menumbuhkan dan menahan rambut. Jika folikel rambut rusak, akan menyebabkan rambut rontok. Penyakit ini bisa menyerang rambut mana saja di tubuh penderitanya, termasuk bulu mata, dan alis.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perawatan kanker

Pada pasien yang menjalani kemoterapi dan fototerapi di bagian leher dan kepala, perawatan ini bisa memicu kerontokan rambut beberapa minggu setelah memulai perawatan. Rontok yang disebabkan perawatan kanker, biasanya rambut tidak akan tumbuh seperti sebelumnya. Rambut cenderung akan tumbuh lebih tipis.

Styling rambut

Mewarnai rambut serta meluruskan dan mengeriting rambut bisa merusak rambut Anda. Rambut akan menjadi kering, kasar, dan rapuh. Seriring waktu, ini akan memicu kerontokkan rambut. Jika kulit kepala Anda sensitif terhadap produk cat rambut atau produk styling lainnya hingga menimbulkan luka di kulit kepala, bisa menyebabkan rambut sulit tumbuh kembali.

Mengikat rambut terlalu kencang

Mengikat rambut terlalu kencang akan membuat rambut tertarik. Jika terjadi terus menerus maka bisa terjadi kerontokan rambut. Anda bisa mencoba mengikat rambut tidak terlalu kencang dan menggunakan ikan rambut berbahan sutra untuk mengurangi tekanan.

Hormon tidak seimbang

Ketidakseimbangan hormon yang paling umum adalah polycystic ovary syndrome (PCOS). Ini adalah kondisi yang memicu pembentukan kista pada ovarium wanita. Namun biasanya disertai dengan gejala lain pada tubuh, termasuk rambut rontok.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Paru-paru, Bit hingga Tomat

7 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Paru-paru, Bit hingga Tomat

Oh Begitu
Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawan Virus Corona Varian Delta

Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawan Virus Corona Varian Delta

Oh Begitu
5 Hal Penting yang Harus Diketahui tentang Covid-19 pada Anak

5 Hal Penting yang Harus Diketahui tentang Covid-19 pada Anak

Kita
7 Makanan untuk Kesehatan Jantung, Ada Sayuran hingga Ikan

7 Makanan untuk Kesehatan Jantung, Ada Sayuran hingga Ikan

Oh Begitu
Peneliti Temukan Fosil Mamalia Darat Terbesar di Dunia, Seperti Apa?

Peneliti Temukan Fosil Mamalia Darat Terbesar di Dunia, Seperti Apa?

Oh Begitu
Kondisi Pandemi Covid-19 di Indonesia Mengkhawatirkan, Ini 5 Rekomendasi Organisasi Profesi Dokter

Kondisi Pandemi Covid-19 di Indonesia Mengkhawatirkan, Ini 5 Rekomendasi Organisasi Profesi Dokter

Oh Begitu
Waspada Potensi Gelombang Sangat Tinggi hingga 6 Meter di Perairan Jawa Timur

Waspada Potensi Gelombang Sangat Tinggi hingga 6 Meter di Perairan Jawa Timur

Oh Begitu
4 Hal yang Harus Dilakukan Saat Keluarga Isolasi Mandiri di Rumah

4 Hal yang Harus Dilakukan Saat Keluarga Isolasi Mandiri di Rumah

Kita
Ahli Jelaskan 5 Alasan Situasi Pandemi Covid-19 di Indonesia Saat Ini Mengkhawatirkan

Ahli Jelaskan 5 Alasan Situasi Pandemi Covid-19 di Indonesia Saat Ini Mengkhawatirkan

Oh Begitu
13 Gejala Covid-19 pada Anak, Demam hingga Nafsu Makan Turun

13 Gejala Covid-19 pada Anak, Demam hingga Nafsu Makan Turun

Kita
Viral Matahari Terbit dari Utara di Jeneponto, Ahli Sebut Itu Kejadian Bingung Arah

Viral Matahari Terbit dari Utara di Jeneponto, Ahli Sebut Itu Kejadian Bingung Arah

Fenomena
Peneliti Ungkap Gejala Varian Delta yang Berbeda dari Gejala Klasik Covid-19

Peneliti Ungkap Gejala Varian Delta yang Berbeda dari Gejala Klasik Covid-19

Oh Begitu
7 Langkah Isolasi Mandiri di Rumah Agar Cepat Pulih

7 Langkah Isolasi Mandiri di Rumah Agar Cepat Pulih

Kita
Ikan dari Zaman Dinosaurus Ini Bisa Hidup Sampai 1 Abad, Hamil 5 Tahun

Ikan dari Zaman Dinosaurus Ini Bisa Hidup Sampai 1 Abad, Hamil 5 Tahun

Oh Begitu
Bisakah Kita Menghentikan Waktu? Ini Jawaban Para Ahli

Bisakah Kita Menghentikan Waktu? Ini Jawaban Para Ahli

Oh Begitu
komentar
Close Ads X