Kompas.com - 08/03/2021, 16:05 WIB
Ilustrasi obesitas ShuterstockIlustrasi obesitas

KOMPAS.com - Masih banyak orang yang menganggap kelebihan berat badan bukanlah sesuatu yang berbahaya. Apalagi, bagi mereka yang merasa tubuhnya sehat.

Padahal sebenarnya, berbagai risiko penyakit mengintai pada orang dengan kelebihan berat badan, terutama yang telah masuk dalam kategori obesitas.

Para peneliti bahkan memperingatkan, bahwa obesitas - yang didefinisikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dengan indeks massa tubuh (BMI) 30 ke atas, adalah salah satu kondisi kesehatan utama yang akan membuat seseorang dari segala usia, lebih rentan terhadap infeksi Covid-19 gejala parah hingga kematian.

Sebuah studi baru juga menemukan, obesitas tampaknya lebih berpengaruh dalam menentukan efek virus corona daripada yang diyakini sebelumnya.

Baca juga: Obesitas Bisa Jadi Pemicu Penyakit, Ketahui Penyebab dan Cara Mengukurnya

Kelebihan Berat Badan adalah Prediktor Yang Sangat Signifikan pada Kematian Covid-19
Menurut sebuah laporan yang diterbitkan Rabu (3/3/2021), Covid-19 and Obesity: Atlas 2021, tingkat kematian akibat Covid-19 hingga sepuluh kali lebih tinggi di negara-negara di mana lebih dari setengah populasinya kelebihan berat badan.

Ini mengidentifikasi, kelebihan berat badan sebagai prediktor yang sangat signifikan dari infeksi parah, termasuk komplikasi akibat virus corona — rawat inap, rawat inap di ICU, dan perawatan ventilasi mekanis. Ini juga menggambarkan kondisi ini sebagai prediktor kematian pada Covid-19.

Sebaliknya, negara-negara di mana kurang dari 40 persen populasinya mengalami obesitas, memiliki lebih sedikit kematian terkait Covid-19.

Peneliti mengidentifikasi Inggris, Amerika Serikat, dan Italia sebagai negara yang mana lebih dari setengah populasinya kelebihan berat badan, dan di mana tingkat kematian akibat Covid-19 jauh lebih tinggi.

Sementara Vietnam sebagai Negara dengan jumlah orang kelebihan berat badan paling sedikit dan tingkat kematian Covid-19 terendah kedua di dunia.

“Populasi yang kelebihan berat badan adalah populasi yang tidak sehat, hanya tinggal menunggu pandemi terjadi,” jelas laporan itu.

Peneliti juga mencatat bahwa mereka yang berusia di bawah 60 tahun dengan BMI antara 30 hingga 34, dua kali lebih mungkin untuk dirawat di ICU daripada mereka yang memiliki BMI di bawah 30.

“Mengurangi satu faktor risiko utama, kelebihan berat badan, akan menghasilkan jauh lebih sedikit tekanan pada layanan kesehatan, agar tidak kewalahan,” tulis mereka.

Dalam situsnya, CDC juga menjelaskan bagaimana obesitas berperan meningkatkan keparahan Covid-19.

Obesitas meningkatkan risiko gejala parah akibat Covid-19. Orang yang kelebihan berat badan kemungkinan juga berisiko lebih tinggi, ” tulis peneliti.

Baca juga: Obesitas Meningkatkan Risiko Gejala Parah Covid-19, Kok Bisa?

Halaman:


Sumber eatthis
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemungkinan Gempa Malang Picu Gunung Api, BMKG: Bisa tapi Kecil

Kemungkinan Gempa Malang Picu Gunung Api, BMKG: Bisa tapi Kecil

Oh Begitu
8 Manfaat Menangis Menurut Sains, Kurangi Stres sampai Tingkatkan Mood

8 Manfaat Menangis Menurut Sains, Kurangi Stres sampai Tingkatkan Mood

Kita
7 Fakta Gempa Malang, Bukan Gempa Megathrust dan Ada Sejarahnya

7 Fakta Gempa Malang, Bukan Gempa Megathrust dan Ada Sejarahnya

Oh Begitu
Setelah Gempa Malang, BMKG Peringatkan Jawa Timur Waspada Hujan dan Longsor

Setelah Gempa Malang, BMKG Peringatkan Jawa Timur Waspada Hujan dan Longsor

Fenomena
Gempa Malang Sudah 3 Kali Susulan, Ini Rekomendasi dari BMKG

Gempa Malang Sudah 3 Kali Susulan, Ini Rekomendasi dari BMKG

Fenomena
Setelah Malang, Gempa M 6,0 Guncang Laut Sulut Tak Berpotensi Tsunami

Setelah Malang, Gempa M 6,0 Guncang Laut Sulut Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
Pertama Kalinya, Pasien Covid-19 Jepang Terima Cangkok Paru-paru dari Donor Hidup

Pertama Kalinya, Pasien Covid-19 Jepang Terima Cangkok Paru-paru dari Donor Hidup

Fenomena
Gempa Malang, Mengapa Guncangannya Sangat Luas sampai Yogyakarta dan Bali?

Gempa Malang, Mengapa Guncangannya Sangat Luas sampai Yogyakarta dan Bali?

Fenomena
Gempa Malang Hari Ini, Ini Daftar Wilayah Terdampak Guncangan

Gempa Malang Hari Ini, Ini Daftar Wilayah Terdampak Guncangan

Fenomena
Mengenal Skin Tag, Mirip Kutil Kulit Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Mengenal Skin Tag, Mirip Kutil Kulit Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Oh Begitu
Ahli: Gejala KIPI Vaksin Normal Seperti Respons Makan Cabai dan Putus Cinta

Ahli: Gejala KIPI Vaksin Normal Seperti Respons Makan Cabai dan Putus Cinta

Oh Begitu
Perilaku Menguap yang Menular Terjadi Juga pada Singa, Ini Buktinya

Perilaku Menguap yang Menular Terjadi Juga pada Singa, Ini Buktinya

Fenomena
Ilmuwan Temukan Jejak Manusia Modern Homo Sapiens saat Jelajahi Eropa

Ilmuwan Temukan Jejak Manusia Modern Homo Sapiens saat Jelajahi Eropa

Fenomena
Kenali Gejala, Faktor Risiko, dan Cara Pengobatan Long Covid di Rumah

Kenali Gejala, Faktor Risiko, dan Cara Pengobatan Long Covid di Rumah

Oh Begitu
Mengenal Mie Shirataki, Olahan Porang yang Ampuh Menurunkan Berat Badan

Mengenal Mie Shirataki, Olahan Porang yang Ampuh Menurunkan Berat Badan

Oh Begitu
komentar
Close Ads X