Kompas.com - 24/02/2021, 19:26 WIB
Suasana vaksinasi Covid-19 untuk lansia di Puskesmas Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (23/2/2021) KOMPAS.com/NIRMALA MAULANA ACHMADSuasana vaksinasi Covid-19 untuk lansia di Puskesmas Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (23/2/2021)


KOMPAS.com- Vaksinasi Covid-19 tahap kedua di Indonesia, telah dimulai dengan menyasar pekerja publik dan kelompok lanjut usia (lansia).

Target vaksinasi tahap kedua ini diharapkan dapat menyasar 38.513.446 orang dan diperkirakan akan selesai pada Mei 2021 mendatang.

Vaksinasi Covid-19 pada lansia berusia di atas 60 tahun juga telah dimulai dengan aturan dan skrining yang diharapkan tidak memberikan efek samping buruk bagi kelompok rentan ini.

Lantas, seperti apa efek samping vaksinasi Covid-19 pada lansia?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Priyama Hendra Gunawan, Sp.PD mengatakan sebelum pelaksanaan vaksinasi tahap kedua di Indonesia untuk kelompok lansia, dilakukan skrining ketat kondisi kesehatan lansia sesuai aturan yang disampaikan Kementerian Kesehatan.

"Pedoman dari Kementerian Kesehatan dan perhimpunan dokter spesialis penyakit dalam telah menganjurkan penggunaan kuesioner rapuh untuk skrining vaksinasi pada lansia," kata dr Hendra saat dihubungi Kompas.com, Rabu (24/2/2021).

Baca juga: BPOM: Efek Samping Vaksin Covid-19 CoronaVac Bersifat Ringan hingga Sedang

 

Terkait efek samping pascavaksinasi, dr Hendra menjelaskan berdasarkan studi yang diterbitkan tahun ini, efek samping vaksinasi terbagi menjadi dua, yakni efek samping lokal dan efek sistemik.

Antara lain, efek samping lokal yang biasanya dirasakan langsung di bekas lokasi suntikan vaksin.

"Efek lokal yang dapat terjadi seperti nyeri, kemerahan, gatal, dan bengkak. Nyeri ini efek samping yang paling sering dilaporkan," ungkap dr Hendra.

Selain efek samping lokal, juga terdapat efek samping sistemik yaitu efek yang dirasakan badan secara umum.

"Efek samping sistemik ini yang dilaporkan seperti demam, nyeri kepala (sakit kepala), ruam kemerahan, dan berkurangnya nafsu makan," jelas dr Hendra menanggapi terkait vaksinasi tahap kedua di Indonesia pada kelompok lansia.

Baca juga: Indonesia Masuki Tahap Kedua Vaksinasi Covid-19, Ini Syarat Penerima Vaksin

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemungkinan Gempa Malang Picu Gunung Api, BMKG: Bisa tapi Kecil

Kemungkinan Gempa Malang Picu Gunung Api, BMKG: Bisa tapi Kecil

Oh Begitu
8 Manfaat Menangis Menurut Sains, Kurangi Stres sampai Tingkatkan Mood

8 Manfaat Menangis Menurut Sains, Kurangi Stres sampai Tingkatkan Mood

Kita
7 Fakta Gempa Malang, Bukan Gempa Megathrust dan Ada Sejarahnya

7 Fakta Gempa Malang, Bukan Gempa Megathrust dan Ada Sejarahnya

Oh Begitu
Setelah Gempa Malang, BMKG Peringatkan Jawa Timur Waspada Hujan dan Longsor

Setelah Gempa Malang, BMKG Peringatkan Jawa Timur Waspada Hujan dan Longsor

Fenomena
Gempa Malang Sudah 3 Kali Susulan, Ini Rekomendasi dari BMKG

Gempa Malang Sudah 3 Kali Susulan, Ini Rekomendasi dari BMKG

Fenomena
Setelah Malang, Gempa M 6,0 Guncang Laut Sulut Tak Berpotensi Tsunami

Setelah Malang, Gempa M 6,0 Guncang Laut Sulut Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
Pertama Kalinya, Pasien Covid-19 Jepang Terima Cangkok Paru-paru dari Donor Hidup

Pertama Kalinya, Pasien Covid-19 Jepang Terima Cangkok Paru-paru dari Donor Hidup

Fenomena
Gempa Malang, Mengapa Guncangannya Sangat Luas sampai Yogyakarta dan Bali?

Gempa Malang, Mengapa Guncangannya Sangat Luas sampai Yogyakarta dan Bali?

Fenomena
Gempa Malang Hari Ini, Ini Daftar Wilayah Terdampak Guncangan

Gempa Malang Hari Ini, Ini Daftar Wilayah Terdampak Guncangan

Fenomena
Mengenal Skin Tag, Mirip Kutil Kulit Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Mengenal Skin Tag, Mirip Kutil Kulit Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Oh Begitu
Ahli: Gejala KIPI Vaksin Normal Seperti Respons Makan Cabai dan Putus Cinta

Ahli: Gejala KIPI Vaksin Normal Seperti Respons Makan Cabai dan Putus Cinta

Oh Begitu
Perilaku Menguap yang Menular Terjadi Juga pada Singa, Ini Buktinya

Perilaku Menguap yang Menular Terjadi Juga pada Singa, Ini Buktinya

Fenomena
Ilmuwan Temukan Jejak Manusia Modern Homo Sapiens saat Jelajahi Eropa

Ilmuwan Temukan Jejak Manusia Modern Homo Sapiens saat Jelajahi Eropa

Fenomena
Kenali Gejala, Faktor Risiko, dan Cara Pengobatan Long Covid di Rumah

Kenali Gejala, Faktor Risiko, dan Cara Pengobatan Long Covid di Rumah

Oh Begitu
Mengenal Mie Shirataki, Olahan Porang yang Ampuh Menurunkan Berat Badan

Mengenal Mie Shirataki, Olahan Porang yang Ampuh Menurunkan Berat Badan

Oh Begitu
komentar
Close Ads X