Kompas.com - 24/02/2021, 17:03 WIB
Ilustrasi gelombang tinggi, siklon tropis. SHUTTERSTOCK/somavarapu madhaviIlustrasi gelombang tinggi, siklon tropis.


KOMPAS.com- Potensi bibit siklon tropis yang terpantau di Samudera Hindia Selatan Jawa hingga Nusa Tenggara berpeluang memicu gelombang sangat tinggi sepekan ke depan.

Berdasarkan hasil analisis dinamikan atmosfer terkini, BMKG mendeteksi adanya pusat tekanan rendah (Low Pressure Area/LPA) atau dikenal sebagai potensi bibit siklon di sekitar Nusa Tenggara Timur (NTT).

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menyampaikan dalam keterangan tertulisnya bahwa bibit siklon tropis tersebut terdeteksi sejak 3 hari terakhir, dan berpotensi dapat berkembang menjadi siklon tropis.

Bibit siklon tersebut diprediksikan masih bertahan dan menunjukkan pergerakan ke arah barat mendekati wilayah laut di selatan Jawa Timur dengan potensi intensitas yang menguat hingga besok.

Baca juga: BMKG Pantau Siklon Tropis Joshua, Waspada Gelombang Tinggi

 

"Dalam hal ini, BMKG terus memonitor perkembangan LPA (potensi bibit siklon) tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan dapat menguat menjadi siklon tropis," jelasnya.

Guswanto menjelaskan bahwa kondisi dinamika atmosfer tersebut, secara umum cukup signifikan berpengaruh terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga gelombang tinggi.

Kondisi-kondisi inilah yang mengakibatkan tinggi gelombang mencapai kategori sangat tinggi yaiu capai 6 meter di sekitar wilayah tersebut dan perairan lainnya dalam sepekan ini.

Gelombang tinggi 1.25 - 2.5 meter (kategori sedang)

  • Selat Malaka
  • Perairan utara Sabang
  • Perairan barat Aceh
  • Perairan Kepulauan Simeulue hingga Kepulauan Nias
  • Perairan timur Kepulauan Mentawai hingga Padang
  • Laut Natuna Utara
  • Perairan utara Kepulauan Anambas hingga Kepulauan Natuna
  • Laut Natuna
  • Perairan timur Kepulauan Bintan hingga Lingga
  • Perairan Riau
  • Perairan utara Bangka Belitung
  • Selat Gelasa
  • Selat Karimata
  • Perairan selatan Kalimantan
  • Perairan utara Jawa Barat
  • Laut Jawa bagian barat
  • Laut Bali
  • Laut Sumbawa
  • Selat Lombok hingga Selat Alas bagian utara
  • Selat Sape
  • Selat Sumba
  • Laut Sawu
  • Selat Ombai
  • Perairan Kupang hingga Pulau Rote
  • Laut Flores
  • Selat Makasar bagian utara dan selatan
  • Perairan Kepulauan Selayar
  • Teluk Bone bagian selatan
  • Perairan selatan Baubau hingga Kepulauan Wakatobi
  • Laut Banda
  • Perairan selatan Pulau Buru hingga Pulau Seram
  • Perairan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Tanimbar
  • Perairan Kepulauan Kei hingga Kepulauan Aru
  • Laut Arafuru bagian barat
  • Perairan Pulau Yos Sudarso
  • Laut Sulawesi
  • Perairan utara Sulawesi,
  • Perairan Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud
  • Laut Maluku
  • Perairan utara Kepulauan Sula
  • Perairan Kepulauan Halmahera
  • Laut Halmahera
  • Laut Seram
  • Perairan Fakfak hingga Kaimana
  • Perairan utara Papua Barat hingga Papua
  • Samudera Pasifik Utara Halmahera hingga Papua

Baca juga: Siklon Tropis 96S Terpantau, Waspada Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X