Kompas.com - 25/02/2021, 09:05 WIB
Ilustrasi PRAM menembakkan energi dari luar angkasa. 

cnnIlustrasi PRAM menembakkan energi dari luar angkasa.

KOMPAS.com - Ilmuwan berhasil melakukan eksperimen untuk menangkap sinar matahari di luar angkasa.

Untuk memanennya, ilmuwan menggunakan panel surya seukuran kotak pizza di luar angkasa.

Panel tersebut memang dirancang sebagai prototipe sistem masa depan untuk mengirim listrik dari luar angkasa kembali ke titik mana pun di Bumi.

Seperti dikutip dari CNN, Rabu (24/2/2021) panel yang dikenal sebagai Photovoltaic Radiofrequency Antenna Module (PRAM) ini pertama kali diluncurkan pada Mei 2020.

Baca juga: Punya Kesamaan dengan Matahari, Kenapa Jupiter Bukan Bintang?

PRAM dipasang pada pesawat tak berawak X-37B Pentagon untuk memanfaatkan cahaya dari matahari untuk diubah menjadi listrik. Pesawat tak berawak itu kemudian memutari Bumi setiap 90 menit.

Panel ini dirancang untuk memanfaatkan cahaya di luar angkasa yang tak melewati atmosfer sehingga mempertahankan gelombang biru.

Hal tersebut menjadikannya lebih kuat dibandingkan sinar matahari yang telah mencapai Bumi.

"Kami mendapatkan banyak sinar matahari ekstra di luar angkasa karena ini," kata Paul Jaffe, salah satu pengembang dalam proyek ini.

Eksperimen terbaru menunjukkan PRAM mampu menghasilkan sekitar 10 watt energi untuk transmisi. Itu cukup untuk memberikan daya pada komputer tablet.

Namun jumlah panel yang akan dikembangkan tentu saja tak hanya satu. Proyek ini berencana untuk menambah hingga lusinan panel.

Jika ditingkatkan keberhasilannya, bukannya tak mungkin juga suatu hari nanti akan merevolusi cara menghasilkan listrik.

Panel memang belum benar-benar mengirim daya langsung kembali ke Bumi, tetapi teknologinya telah terbukti.

Baca juga: Lewati Venus, Misi Solar Orbiter Semakin Dekat dengan Matahari

Halaman:


Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

71,4 Persen Relawan Vaksin Nusantara Alami Kejadian Tak Diinginkan, Ahli: Tak Layak Disebut Vaksin

71,4 Persen Relawan Vaksin Nusantara Alami Kejadian Tak Diinginkan, Ahli: Tak Layak Disebut Vaksin

Oh Begitu
Ahli Jelaskan Mengapa Beberapa Vaksin Covid-19 Sebabkan Pembekuan Darah

Ahli Jelaskan Mengapa Beberapa Vaksin Covid-19 Sebabkan Pembekuan Darah

Oh Begitu
Vaksinasi Covid-19 saat Puasa Ramadhan, Adakah Efek Sampingnya?

Vaksinasi Covid-19 saat Puasa Ramadhan, Adakah Efek Sampingnya?

Oh Begitu
Asal-usul Nama Malang, Bukan karena Tidak Beruntung

Asal-usul Nama Malang, Bukan karena Tidak Beruntung

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Siklon Tropis Surigae Bisa Jadi Badai Topan | Polemik Vaksin Nusantara

[POPULER SAINS] Siklon Tropis Surigae Bisa Jadi Badai Topan | Polemik Vaksin Nusantara

Oh Begitu
5 Kondisi yang Menentukan Pasien Diabetes Boleh Puasa Ramadhan atau Tidak

5 Kondisi yang Menentukan Pasien Diabetes Boleh Puasa Ramadhan atau Tidak

Kita
Gempa Hari Ini, M 5,5 Guncang Nias di Zona Outer-rise Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini, M 5,5 Guncang Nias di Zona Outer-rise Tak Berpotensi Tsunami

Oh Begitu
Pasangan Pengantin Gay Thailand Dihujat Netizen Indonesia, Psikolog Sebut Ada Faktor Stres

Pasangan Pengantin Gay Thailand Dihujat Netizen Indonesia, Psikolog Sebut Ada Faktor Stres

Oh Begitu
Kutu Infeksi Anjing Peliharaan, Begini Cara Membasminya

Kutu Infeksi Anjing Peliharaan, Begini Cara Membasminya

Oh Begitu
Jejak Kaki Berumur 100.000 Tahun Ungkap Anak Neanderthal Bermain Pasir di Pantai

Jejak Kaki Berumur 100.000 Tahun Ungkap Anak Neanderthal Bermain Pasir di Pantai

Oh Begitu
Kotoran Kelelawar Berusia 4300 Bantu Ungkap Masa Lalu Bumi

Kotoran Kelelawar Berusia 4300 Bantu Ungkap Masa Lalu Bumi

Fenomena
Maia Estianty 2 Kali Positif Covid-19, Mengapa bisa Tertular Lagi?

Maia Estianty 2 Kali Positif Covid-19, Mengapa bisa Tertular Lagi?

Kita
Gempa Hari Ini: Selatan Jawa Barat Diguncang Gempa Bumi M 5,1

Gempa Hari Ini: Selatan Jawa Barat Diguncang Gempa Bumi M 5,1

Fenomena
BMKG: Awas Siklon Tropis Surigae Bisa Berkembang Jadi Badai Topan

BMKG: Awas Siklon Tropis Surigae Bisa Berkembang Jadi Badai Topan

Fenomena
7 Polemik Vaksin Nusantara, Uji Klinis Lanjut Meski Tak Ada Izin BPOM

7 Polemik Vaksin Nusantara, Uji Klinis Lanjut Meski Tak Ada Izin BPOM

Oh Begitu
komentar
Close Ads X