Selain Risiko Kematian, Pasien Covid-19 Dihantui Gejala Menetap

Kompas.com - 19/01/2021, 12:05 WIB
Ilustrasi tes Covid-19, deteksi Covid-19, pengujian virus corona. ShutterstockIlustrasi tes Covid-19, deteksi Covid-19, pengujian virus corona.

KOMPAS.com - Bukan hanya pasien Covid-19 dengan gejala berat, mereka yang terinfeksi dengan gejala ringan juga bisa mengalami long covid  atau gejala Covid-19 yang menetap hingga beberapa bulan kemudian.

Ini berarti, ketika pasien Covid-19 dinyatakan negatif dari virus corona, badan mereka tak serta-merta segar bugar seperti sedia kala. Mereka masih harus berjuang melawan rasa tidak nyaman pada tubuh.

Penelitian terhadap pasien di satu pusat medis Irlandia, menemukan bahwa 62% mengatakan mereka merasa belum kembali ke kondisi kesehatan awal sepenuhnya, ketika mereka diperiksa beberapa bulan setelah mereka didiagnosis Covid-19.

Baca juga: Bakteri di Usus Pengaruhi Keparahan Covid-19 dan Risiko Long Covid

Hampir setengahnya mengeluhkan rasa lelah yang berlebihan terus-menerus.

Tingkat keparahan awal infeksi Covid-19 tampaknya bukanlah faktor penentu. Sebagian orang yang melakukan isolasi mandiri di rumah juga cenderung merasa tidak enak badan, seperti mereka yang dirawat di rumah sakit.

Setahun setelah pandemi global, masalah gejala Covid-19 yang menetap jangka panjang atau long Covid ini semakin mendapat banyak perhatian.

Melansir WebMD, penelitian baru-baru ini memperkirakan, bahwa 10% pasien Covid-19 mengalami long Covid, umumnya mereka mengeluhkan kelelahan berlebih, insomnia, sesak napas, dan brain fog yang berkaitan dengan masalah ingatan, fokus, dan keterampilan mental lainnya.

Dr. Luis Ostrosky, profesor penyakit menular di McGovern Medical School di UTHealth di Houston juga mengatakan, keluhan nomor satu yang sering ditemuinya pada pasien long Covid adalah kelelahan dan brain fog atau kabut otak.

Ostrosky, yang juga seorang peneliti di Infectious Diseases Society of America, tidak terlibat dalam studi baru ini, tetapi ia termasuk tim dokter yang menangani penyakit long Covid.

Dia mengatakan, kebanyakan pasien yang datang ke klinik pasca-Covid, dalam kondisi cukup sakit untuk dirawat di rumah sakit karena infeksi tersebut.

"Orang dengan gejala lebih parah, lebih mungkin mengalami efek yang berkepanjangan. Tetapi, terkadang ini juga terjadi pada pasien Covid-19 dengan gejala yang lebih ringan," jelas Otrosky.

Baca juga: Fenomena Long Covid Sudah Ada sejak Awal Pandemi, Apa Itu?

Halaman:


Sumber WebMD
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X