[POPULER SAINS] Hoaks BMKG Imbau Warga Tinggalkan Mamuju | Kota yang Hilang karena Erupsi Gunung di Lombok

Kompas.com - 19/01/2021, 06:00 WIB
Ilustrasi kilat petir vulkanik saat gunung api meletus atau erupsi. Gunung Rinjani saat erupsi pada tahun 1994. Oliver Spalt Ilustrasi kilat petir vulkanik saat gunung api meletus atau erupsi. Gunung Rinjani saat erupsi pada tahun 1994.

KOMPAS.com - Berkaitan dengan bencana yang melanda Mamuju dan Majene, muncul kabar hoaks yang menyatakan BMKG meminta masyarakat meninggalkan Mamuju.

Kabar ini dibantah dan termasuk berita bohong. BMKG menegaskan tidak pernah menginstruksikan warga meninggalkan Mamuju usai gempa berkekuatan M 6,2 mengguncang wilayah tersebut pada Jumat (15/1/2021).

Selain hoaks tersebut, berita tentang kota yang hilang saat gunung di Lombok meletus pun menjadi berita populer Sains Kompas.com kemarin.

Dan berita yang tak boleh terlewatkan, sains menjelaskan kenapa banyak mengonsumsi makanan asin berbahaya untuk kesehatan jantung.

Berikut ulasannya untuk Anda.

Baca juga: [POPULER SAINS] Jika Sudah Vaksin Apa Bisa Terinfeksi Corona? | Jalan Era Kekaisaran Romawi Ditemukan

1. Hoaks BMKG instruksikan warga tinggalkan Mamuju

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) menegaskan tidak pernah mengintruksikan warga untuk meninggalkan Mamuju pascagempa bumi bermagnitudo M 6,2 yang mengguncang wilayah tersebut pada Jumat (15/1/2021).

"BMKG hanya mengeluarkan imbauan terkait arahan evakuasi untuk menyelamatkan diri, bukan eksodus meninggalkan Mamuju," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangan tertulisnya dari Mamuju, Senin (18/1/2021).

Dwikorita berkata, imbauan tersebut disampaikan saat rakor Gempa Mamuju-Majene Sabtu (16/1) malam sehingga tidak benar jika beredar teks percakapan WhatsApp yang berisi informasi seolah BMKG menginstruksikan meninggalkan Mamuju sesegera mungkin.

"Informasi ini tidak benar dan dapat dikategorikan sebagai berita bohong ( hoaks)," tegas Dwikorita

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X