Kompas.com - 22/12/2020, 10:05 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi


KOMPAS.com - Apakah ibu jari tangan Anda terasa lemas, mati rasa, atau kesemutan - tanpa alasan yang jelas? Jika ya bisa jadi itu merupakan gejala carpal tunnel syndrome (CTS).

Dokter spesialis reumatologi Scott Burg, DO, mengatakan jika gejala-gejala tersebut terasa pada ibu jari, telunjuk, dan jari tengah, seringkali itu merupakan tanda awal carpal tunnel syndrome.

“Tentu saja tidak semua nyeri tangan merupakan carpal tunnel syndrome,” kata Dr. Burg.

“Ini adalah masalah saraf yang sangat spesifik dengan tanda-tanda yang jelas. Ketika carpal tunnel syndrome menyerang, jalur di pergelangan tangan, menjadi terlalu padat karena peradangan atau kompresi, sehingga akan ada tekanan pada saraf median Anda” imbuhnya.

Baca juga: Misteri Tubuh Manusia: Alasan Kuku Tangan Lebih Mudah Panjang

Senada dengan Burg, ahli bedah tangan, pergelangan tangan, siku dan bahu, dr. William Seitz, MD mengatakan, carpal tunnel syndrome adalah kondisi umum yang memengaruhi tangan dan pergelangan tangan.

“Gejalanya termasuk mati rasa, kesemutan dan nyeri, biasanya di ibu jari dan tiga jari pertama tangan Anda,” kata Dr. Seitz.

Carpal tunnel syndrome terjadi ketika saraf median, yang membentang dari lengan bawah ke tangan Anda melalui ruang sempit yang disebut carpal tunnel atau terowongan karpal, tertekan atau terjepit.

Ada beberapa kondisi yang membuat terowongan karpal lebih kecil - dan menekan saraf median – yang kemudian dapat menyebabkan carpal tunnel syndrome. Berikut di antaranya:

- Kondisi medis seperti hipotiroidisme, rheumatoid arthritis, dan diabetes.

- Gerakan tangan yang berulang, terutama jika pergelangan tangan ditekuk sehingga tangan Anda lebih rendah dari pergelangan tangan Anda.

- Kehamilan.

Baca juga: 10 Cara Mencegah Kulit Iritasi Akibat Sering Mencuci Tangan

 

Kabar baiknya, sebelum menjalani operasi, ada sejumlah metode yang dapat Anda lakukan di rumah untuk meredakan nyeri carpal tunnel syndrome.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghentikan aktivitas yang menyebabkan kompresi.

“Pikirkan tentang aktivitas yang menurut Anda mungkin menyebabkan mati rasa dan nyeri di pergelangan tangan, dan cobalah untuk menghentikan atau menguranginya,” kata Dr. Seitz.

Baca juga: Misteri Tubuh Manusia: Kenapa Air Bikin Jari Tangan dan Kaki Keriput?

Berikut ini lima cara mengatasi nyeri carpal tunnel syndrome di rumah:

1. Kompres pergelangan tangan Anda dengan es atau rendam dalam air es selama 10 menit hingga 15 menit, lakukan sekali atau dua kali dalam satu jam.

2. Hilangkan nyeri malam hari dengan menjabat tangan dan pergelangan tangan secara lembut atau menggantung tangan Anda di sisi tempat tidur.

3. Beli belat atau pelindung pergelangan tangan di toko obat, agar tangan Anda tetap lurus. Memakai penahan di malam hari akan membantu Anda tidak meregangkan tangan saat tidur.

4. Konsumsi obat antiinflamasi non steroid (NSAID), seperti ibuprofen atau naproxen untuk meredakan nyeri.

Minum NSAID dengan makanan dan setelah berkonsultasi dengan dokter perawatan primer untuk memastikan tidak ada alasan medis - untuk menghindari pereda nyeri ini.

5. Rendam tangan Anda dalam air hangat - dengan suhu antara 92 hingga 100 derajat - dan gerak-gerakkan tangan dan pergelangan tangan dengan lembut. Lakukan ini tiga hingga empat kali sehari.

Baca juga: Sering Nyeri Sendi Tanda Harus Menurunkan Berat Badan, Kok Bisa?

Kapan harus ke dokter?

Jika perawatan rumahan tersebut tidak berhasil meredakan rasa sakit dalam satu atau dua minggu, inilah saatnya untuk menemui dokter ortopedi, yang mengkhususkan diri dalam perawatan tulang, persendian, dan otot.

“Dokter Anda mungkin merekomendasikan operasi jika ada kerusakan parah pada saraf median Anda atau untuk mencegah hilangnya sensorik atau fungsional permanen,” kata Dr. Seitz.

Operasi dilakukan dengan memotong pita jaringan di pergelangan tangan yang melintasi saraf median untuk mengurangi tekanan.

“Seiring waktu, pembedahan mungkin merupakan cara terbaik untuk penyembuhan yang permanen,” pungkas Dr. Seitz.

Baca juga: WFH Bikin Nyeri Otot dan Pegal, Apa Penyebabnya? Ini Kata Ahli

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Covid-19 saat Puasa Ramadhan, Adakah Efek Sampingnya?

Vaksinasi Covid-19 saat Puasa Ramadhan, Adakah Efek Sampingnya?

Oh Begitu
Asal-usul Nama Malang, Bukan karena Tidak Beruntung

Asal-usul Nama Malang, Bukan karena Tidak Beruntung

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Siklon Tropis Surigae Bisa Jadi Badai Topan | Polemik Vaksin Nusantara

[POPULER SAINS] Siklon Tropis Surigae Bisa Jadi Badai Topan | Polemik Vaksin Nusantara

Oh Begitu
5 Kondisi yang Menentukan Pasien Diabetes Boleh Puasa Ramadhan atau Tidak

5 Kondisi yang Menentukan Pasien Diabetes Boleh Puasa Ramadhan atau Tidak

Kita
Gempa Hari Ini, M 5,5 Guncang Nias di Zona Outer-rise Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini, M 5,5 Guncang Nias di Zona Outer-rise Tak Berpotensi Tsunami

Oh Begitu
Pasangan Pengantin Gay Thailand Dihujat Netizen Indonesia, Psikolog Sebut Ada Faktor Stres

Pasangan Pengantin Gay Thailand Dihujat Netizen Indonesia, Psikolog Sebut Ada Faktor Stres

Oh Begitu
Kutu Infeksi Anjing Peliharaan, Begini Cara Membasminya

Kutu Infeksi Anjing Peliharaan, Begini Cara Membasminya

Oh Begitu
Jejak Kaki Berumur 100.000 Tahun Ungkap Anak Neanderthal Bermain Pasir di Pantai

Jejak Kaki Berumur 100.000 Tahun Ungkap Anak Neanderthal Bermain Pasir di Pantai

Oh Begitu
Kotoran Kelelawar Berusia 4300 Bantu Ungkap Masa Lalu Bumi

Kotoran Kelelawar Berusia 4300 Bantu Ungkap Masa Lalu Bumi

Fenomena
Maia Estianty 2 Kali Positif Covid-19, Mengapa bisa Tertular Lagi?

Maia Estianty 2 Kali Positif Covid-19, Mengapa bisa Tertular Lagi?

Kita
Gempa Hari Ini: Selatan Jawa Barat Diguncang Gempa Bumi M 5,1

Gempa Hari Ini: Selatan Jawa Barat Diguncang Gempa Bumi M 5,1

Fenomena
BMKG: Awas Siklon Tropis Surigae Bisa Berkembang Jadi Badai Topan

BMKG: Awas Siklon Tropis Surigae Bisa Berkembang Jadi Badai Topan

Fenomena
7 Polemik Vaksin Nusantara, Uji Klinis Lanjut Meski Tak Ada Izin BPOM

7 Polemik Vaksin Nusantara, Uji Klinis Lanjut Meski Tak Ada Izin BPOM

Oh Begitu
Vaksin Nusantara Belum Diuji pada Hewan, Ahli Sebut Tak Wajar Diuji Langsung ke DPR

Vaksin Nusantara Belum Diuji pada Hewan, Ahli Sebut Tak Wajar Diuji Langsung ke DPR

Oh Begitu
Kemacetan Terusan Suez Picu Lonjakan Polusi, Tampak dari Luar Angkasa

Kemacetan Terusan Suez Picu Lonjakan Polusi, Tampak dari Luar Angkasa

Fenomena
komentar
Close Ads X