Cukup Olahraga 12 Menit Sehari untuk Melindungi Tubuh dari Penyakit

Kompas.com - 18/11/2020, 13:05 WIB
Ilustrasi olahraga ShutterstockIlustrasi olahraga

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 membuat semua orang harus beraktivitas dan tinggal di rumah. Sehingga, sulit pergi ke luar rumah untuk berolahraga.

Apalagi, olahraga di tempat tertutup seperti gym tidak disarankan, karena ruang tertutup meningkatkan risiko penyebaran virus corona.

Semakin lama tinggal di rumah, semakin hilang motivasi diri untuk berolahraga. Ini adalah hal yang normal terjadi.

Baca juga: Olahraga di Rumah Terbaik untuk Bakar Lemak dan Turunkan Berat Badan

Namun demikian, sebaiknya Anda tetap memaksakan diri untuk mulai bergerak dan berolahraga kembali.

Kabar baiknya, penelitian terbaru menemukan, hanya dengan sedikit waktu berolahraga dapat membuat perbedaan besar pada kesehatan tubuh.

Olahraga tak selalu harus di tempat khusus, Anda bisa melakukannya sendiri di rumah atau berjalan kaki dan berlari di sekitar perumahan dengan menjaga jarak.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Circulation mengungkap, bahwa olahraga singkat dapat meningkatkan kesehatan secara signifikan dengan mengubah tingkat metabolit tubuh.

Metabolit adalah produk dari metabolisme, yang berpengaruh langsung pada tumbuh kembang manusia dan fungsi ekologi dalam tubuh.

Melansir IFL Science, studi tersebut menjelaskan bagaimana hanya dengan 12 menit latihan kardio yang intens dapat mengubah lebih dari 80 persen metabolit yang beredar, yang dapat memengaruhi kesehatan kardiometabolik dan kardiovaskular seseorang dalam jangka panjang.

Studi tersebut mengamati tingkat 588 metabolit yang beredar pada 411 pria dan wanita paruh baya sebelum dan segera setelah melakukan olahraga berat selama 12 menit.

Hasilnya menunjukkan, perubahan yang menguntungkan dalam beberapa metabolit yang diketahui terkait dengan penyakit jantung, diabetes, dan penyakit hati.

Temuan mereka juga mengungkapkan bahwa manfaat ini dipengaruhi lebih dari sekadar rutinitas olahraga mereka, karena jenis kelamin dan pengukuran massa tubuh juga terlibat dalam rasio metabolit.

Baca juga: 4 Anggapan Masyarakat tentang Olahraga, dan Faktanya Menurut Dokter

 

Ilustrasi olahraga di rumah, lariSHUTTERSTOCK/Nattakorn_Maneerat Ilustrasi olahraga di rumah, lari

Selain melihat respons individu secara real-time, para peneliti juga dapat memprediksi hasil kesehatan masa depan dari partisipan mereka dengan menggunakan data historis.

Studi Jantung Framingham longitudinal 1948, yang menyimpan data tentang tiga generasi partisipan, memberikan akses ke penulis studi, sehingga mereka dapat mencari tren efek jangka panjang metabolit pada peningkatan atau pengurangan risiko komplikasi kesehatan di masa depan.

Dengan menggunakan ini, para peneliti dapat memprediksi hasil kesehatan peserta di masa depan dan berapa lama mereka dapat hidup berdasarkan respons tubuh mereka terhadap eksperimen olahraga yang dicerminkan oleh rasio metabolit mereka.

Penelitian ini mengungkapkan wawasan tentang dasar-dasar molekuler yang memengaruhi efek olahraga pada tubuh.

Baca juga: Ketahui Ini 6 Mitos tentang Olahraga Selama Pandemi Corona

Dengan demikian, penelitian ini dapat membantu petugas kesehatan dalam menetapkan cara terbaik untuk menargetkan pasien yang menunjukkan sejumlah faktor risiko metabolik seperti penyakit jantung atau diabetes, dan memberi informasi yang lebih baik kepada dokter tentang rencana pengobatan terbaik bagi pasien tersebut, untuk menjamin masa depan yang lebih sehat.

"Banyak yang diketahui tentang efek olahraga pada sistem jantung, vaskular, dan inflamasi tubuh, tetapi penelitian kami memberikan pandangan komprehensif tentang dampak metabolik dari olahraga dengan menghubungkan jalur metabolisme tertentu dengan variabel respons olahraga dan hasil kesehatan jangka panjang," kata penulis senior studi Gregory Lewis dalam sebuah pernyataan.

"Apa yang mengejutkan kami adalah efek latihan singkat pada tingkat sirkulasi metabolit yang mengatur fungsi utama tubuh, seperti resistensi insulin, stres oksidatif, reaktivitas vaskular, peradangan dan umur panjang."

Baca juga: Apakah Olahraga Berat Bisa Bikin Sehat? Ini Penjelasan Ahli



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Oh Begitu
Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Fenomena
Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
komentar
Close Ads X