Kamasutra Satwa: Buaya Jantan Menggosok Lembut Kepala Betina Sebelum Kawin

Kompas.com - 18/09/2020, 10:05 WIB
Ilustrasi buaya. SHUTTERSTOCKIlustrasi buaya.

 

KOMPAS.com - Dengan kulitnya seperti berlapis baja, bergigi tajam, dan rahang yang kuat, begitulah penampakan buaya.

Reptil yang berasal dari Amerika Utara, Amerika Tengah, Afrika, Australia dan Asia ini hidup di lingkungan air tawar dan air asin.

Buaya memiliki umur yang panjang dan tidak berkembang biak sampai dewasa secara seksual. Kedewasaan mereka ditentukan oleh usia dan ukuran.

Dikutip dari animals mom, Kamis (17/9/2020), menurut Departemen Perikanan Australia Barat, buaya jantan dapat dikatakan dewasa secara seksual ketika moncongnya mencapai 160cm dan betina pada 110cm.

Buaya air tawar umumnya tidak berukuran terlalu besar. Buaya jantan mencapai kematangan pada panjang 2 meter dan buaya betina pada 1,5 meter.

Baca juga: Kamasutra Satwa: Kadal Tunjukkan Tanda Cinta dengan Saling Menggigit

Proses kawin akan dimulai dengan pejantan dewasa mengintai wilayah. Kemudian pejantan akan mengatur postur dan menentukan daerah mereka.

Dalam kasus yang jarang terjadi, mereka bahkan akan memperebutkan wilayah. Setelah wilayah dan dominasi diselesaikan, buaya jantan akan mendekati buaya betina dan dengan lembut akan menggosokkan kepalanya ke kepala buaya betina.

Setelah pengenalan dan gesekan, betina akan berenang menjauh atau mengangkat tubuhnya untuk mendorong kopulasi.

Buaya jantan kemudian menaiki buaya betina dan melanjutkannya dengan bersenggama untuk membuahi telur.

Setelah kopulasi, betina harus menyimpan telurnya. Buaya air tawar menggali sarangnya di tanah berpasir. Musim kemarau adalah musim terbaik untuk mengubur telur mereka.

Baca juga: Kamasutra Satwa: Kuda Nil Jantan Semburkan Feses untuk Gaet Pasangan

 

Buaya betina air asin membangun sarang di atas tanah menggunakan tumbuhan dan tongkat. Pembuatan sarang tersebut, diperlukan untuk melindungi telur dari air tinggi selama musim hujan.

Buaya betina akan tetap berada dekat dengan sarang sampai telur menetas.

Kebiasaan kawin buaya populasi penangkaran dan liar akan sedikit berbeda. Sedangkan, musim kawin bervariasi berdasarkan jenis buaya dan lokasi geografis.

Buaya air tawar berkembang biak selama musim kemarau. Musimnya pertengahan musim panas di belahan bumi selatan dan pertengahan musim dingin di belahan bumi utara.

Sementara buaya air asin berkembang biak selama musim hujan yang berlawanan.

Pembiakan buaya di penangkaran tidak mengikuti siklus yang persis sama tetapi mendekati.

Biasanya, buaya penangkaran akan berkembang biak dalam waktu satu bulan dibanding rekan-rekan liar mereka.

Baca juga: Foto Menakjubkan, Buaya Langka Menggendong 100 Anaknya di Punggung



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER SAINS] Kasus Covid-19 Global Naik | Mobil Listrik Lebih Baik?

[POPULER SAINS] Kasus Covid-19 Global Naik | Mobil Listrik Lebih Baik?

Fenomena
Mutasi Virus Corona B.1.1.7 Ditemukan di Indonesia, Ini 4 Hal yang Perlu Diketahui

Mutasi Virus Corona B.1.1.7 Ditemukan di Indonesia, Ini 4 Hal yang Perlu Diketahui

Oh Begitu
Setahun Covid-19 Indonesia Ini Inovasi Karya Anak Bangsa Lawan Pandemi Corona

Setahun Covid-19 Indonesia Ini Inovasi Karya Anak Bangsa Lawan Pandemi Corona

Oh Begitu
Penyebab dan Cara Mengatasi Cegukan, Tahan Napas hingga Kompres Dingin

Penyebab dan Cara Mengatasi Cegukan, Tahan Napas hingga Kompres Dingin

Oh Begitu
Ilmuwan Temukan Badai Luar Angkasa Hujani Bumi dengan Elektron, Apa Itu?

Ilmuwan Temukan Badai Luar Angkasa Hujani Bumi dengan Elektron, Apa Itu?

Fenomena
Setahun Pandemi Covid-19, Ini 6 Hal terkait Virus Corona yang Masih Jadi Misteri

Setahun Pandemi Covid-19, Ini 6 Hal terkait Virus Corona yang Masih Jadi Misteri

Oh Begitu
Mengenal Aldebaran Bintang Paling Terang di Konstelasi Taurus

Mengenal Aldebaran Bintang Paling Terang di Konstelasi Taurus

Fenomena
7 Fakta Erupsi Gunung Sinabung Hari Ini, 13 Kali Semburan Awan Panas

7 Fakta Erupsi Gunung Sinabung Hari Ini, 13 Kali Semburan Awan Panas

Oh Begitu
Wamenkes: Vaksin Datang Lagi, Protokol Kesehatan Tetap Harus Dilakukan

Wamenkes: Vaksin Datang Lagi, Protokol Kesehatan Tetap Harus Dilakukan

Oh Begitu
Apakah Mobil Listrik Lebih Baik untuk Bumi? Ini Faktanya

Apakah Mobil Listrik Lebih Baik untuk Bumi? Ini Faktanya

Kita
Setahun Pandemi Covid-19, Ahli: Kunci Masalahnya Protokol Kesehatan

Setahun Pandemi Covid-19, Ahli: Kunci Masalahnya Protokol Kesehatan

Oh Begitu
Setahun Pandemi Covid-19, Ini 6 Teori Konspirasi Menyesatkan di Dunia

Setahun Pandemi Covid-19, Ini 6 Teori Konspirasi Menyesatkan di Dunia

Oh Begitu
Setahun Pandemi Corona, 3 Alasan Kebijakan Pengendalian Covid-19 Gagal Total

Setahun Pandemi Corona, 3 Alasan Kebijakan Pengendalian Covid-19 Gagal Total

Kita
Serba-serbi Hewan: Seperti Manusia, Anjing juga Bermimpi

Serba-serbi Hewan: Seperti Manusia, Anjing juga Bermimpi

Oh Begitu
Hari Ini, Ada Asteroid 1999 RM45 Lewat Dekat Bumi dan Perige Bulan

Hari Ini, Ada Asteroid 1999 RM45 Lewat Dekat Bumi dan Perige Bulan

Oh Begitu
komentar
Close Ads X