Ambil Pelajaran Banjir Jakarta, Puncak Musim Hujan Diprediksi Januari 2021

Kompas.com - 17/09/2020, 12:34 WIB
Tampilan banjir Jakarta di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, dari helikopter yang mengangkut Kepala BNPB Doni Monardo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, saat mereka meninjau kondisi banjir terkini pada Rabu (1/1/2020). DOKUMENTASI BNPBTampilan banjir Jakarta di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, dari helikopter yang mengangkut Kepala BNPB Doni Monardo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, saat mereka meninjau kondisi banjir terkini pada Rabu (1/1/2020).

KOMPAS.com - Indonesia memasuki periode musim hujan 2020-2021 pada akhir Oktober 2020 . Puncaknya, diprediksi terjadi antara Januari hingga Februari 2021.

Prediksi awal dan puncak musim hujan ini telah dikeluarkan secara resmi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Sebagian besar wilayah (Indonesia) diprakirakan mengalami puncak musim hujan pada bulan Januari dan Februari 2021, yaitu sebanyak 248 Zona Musim (72,5 persen)," kata Dwikorita Karnawati sekalu Kepala BMKG.

Dalam menghadapi musim hujan 2020-2021, BMKG telah menyinggung para pemangku kepentingan dan masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi yang bisa mengiringi curah dan intensitas hujan pada musimnya nanti.

Baca juga: BMKG Prediksi Awal Musim Hujan Indonesia Jatuh di Akhir Oktober

Salah satu yang harus diwaspadai adalah potensi bencana banjir, terutama di wilayah-wilayah yang sudah kerap kali mengalami bencana ini.

Para pihak berwenang beserta masyarakat juga diharapkan belajar dari contoh kejadian banjir besar yang terjadi di Jakarta pada awal Januari 2020 lalu.

Apa pelajaran yang disoroti dari banjir Jakarta 2020?

Peneliti Limnologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) M Fakhrudin menyampaikan, banjir dapat terjadi bukan hanya dari potensi curah dan intensitas hujan dari hulu dan hilir yang diakibatkan pengaruh atmosfer.

Masalah lain yang harus disoroti adalah diperlukannya upaya lebih jauh lagi dalam pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung untuk mengurangi banjir.

Fakhrudin menuturkan, DAS berfungsi sebagai sistem hidrologi.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X