Kompas.com - 04/09/2020, 19:03 WIB
Ilustrasi saturasi oksigen ShutterstockIlustrasi saturasi oksigen

KOMPAS.com - Ahli menyebutkan happy hipoxia sudah terjadi sejak awal pandemi Covid-19 mulai mewabah di Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Agus Dwi Susanto.

"Sebenarnya sejak ada Covid-19, saya sendiri yang aktif sebagai dokter paru yang menangani beberapa pasien yang mengalami silent hipoksemia (happy hipoxia) ini," kata Agus kepada Kompas.com, Kamis (3/9/2020).

Baca juga: Penyebaran Covid-19 di Bus China, Bukti Penularan Terjadi Lewat Udara

Sementara itu, dua kasus pertama infeksi Covid-19 di Indonesia dilaporkan pada 2 Maret 2020.

Namun, kata Agus, kejadian ini tidak terekspos karena bagian uji klinisi sudah melihat pemeriksaan darahnya memang oksigen pasien tersebut rendah atau di bawah normal dengan saturasi di bawah 94.

"Tapi pasiennya duduk-duduk, bisa baca majalah. Ditanya ada keluhannya? Ya itu tidak ada. Ya itu kita sudah temukan sejak kasus Covid-19 ini ada," cerita Agus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Agus menjelaskan, selain di Indonesia, fenomena ini juga sudah terjadi sejak kejadian awal Covid-19 di Wuhan, China.

Berdasarkan data, ada sekitar 18,7 persen pasien Covid-19 yang tidak mengeluh sesak napas.

Padahal, ketika diukur di dalam darahnya sudah terjadi hipoksemia. Dari data yang sama juga terlihat sekitar 40 persen pasien mengalami pneumonia.

Baca juga: Enkulturasi Kebiasaan Baru di Era Covid-19

Hal ini menunjukkan, bahwa suatu kondisi pasien yang kelihatannya tidak ada gejala, tetapi ternyata hasil pemeriksaan tambahan atau lanjutannya memberikan hasil kadar oksigen di dalam paru pasien di bawah normal, artinya terjadi hipoksemia.

"Kondisi inilah yang disebut sebagai suatu silent hipoxemia atau hipoksemia yang tidak terdeteksi, atau familiar juga disebut happy hipoxia," jelasnya.

Untuk diketahui, hiposekmia adalah kondisi kadar oksigen di dalam darah rendah. Kadar normal oksigen di dalam darah saturasinya 95 ke atas.

Sedangkan, jika kadar oksigen di dalam darah menunjukkan saturasinya 94 ke bawah, maka pasien tersebut mengalami hipoksemia.

Adapun kondisi hipoksemia ini jika terus berlanjut, dapat menyebabkan darah tidak bisa membawa cukup oksigen ke jaringan untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

Baca juga: 6 Bulan Pandemi Covid-19, Indonesia Hadapi Ancaman Orang Tanpa Gejala



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.