BRIN
Badan Riset dan Inovasi Nasional

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) adalah lembaga pemerintah yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden Republik Indonesia. BRIN memiliki tugas menjalankan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan, serta invensi dan inovasi yang terintegrasi.

Enkulturasi Kebiasaan Baru di Era Covid-19

Kompas.com - 03/09/2020, 18:35 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Oleh Dr Andy Ahmad Zaelany

KETIKA menunaikan ibadah haji di Mekkah pada tahun 2001, saya sempat terkagum-kagum dan nyaris tak percaya melihat kedisiplinan para jamaah haji asal Indonesia.

Mereka berbaris rapi dalam balutan seragam yang indah menuju ke area ibadah. Tidak ada anggota yang menyempal keluar dari barisan. Begitu juga ketika berdoa maupun menjalankan ibadah-ibadah dari rukun haji, mereka terlihat disiplin dan khusyuk.

Kini ketika pandemi Covid19 mengganas di Indonesia, pemerintah meluncurkan protokol kesehatan yang sederhana dan mudah diterapkan, yakni: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak (physical distancing) dan menghindari membuat kerumunan.

Namun, dalam prakteknya sering terjadi pelanggaran, banyak orang tidak menggunakan masker, tidak menjaga jarak yang memadai dengan orang lain dan berada dalam kerumunan. Padahal Pemerintah telah mengusahakan berbagai cara untuk mendisiplinkan masyarakat, termasuk diantaranya dengan mengerahkan polisi dan tentara.

Lantas, pendidikan publik seperti apa yang harus dilakukan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan di era Covid-19 ini?

Enkulturasi dalam pendidikan publik

Kita mendidik anak untuk tidak lupa setiap pagi menyantap sarapan yang sudah disiapkan ibundanya. Oleh karena dibiasakan terus menerus untuk mengerjakan kegiatan makan pagi, akhirnya menyantap sarapan akan menjadi kebiasaan yang tertanam dalam diri sang anak sampai tuanya.

Contoh lainnya, anak-anak muslim sedari kecil dibiasakan melakukan sholat lima waktu. Oleh karena sudah menjadi kebiasaan, ketika dewasa anak tersebut tidak canggung dan rutin melakukan sholat lima waktu.

Pada awalnya mungkin berat bagi sang anak dan terasa terpaksa, tapi lama kelamaan akan menjadi kebiasaan (habit).

Proses inilah yang dinamakan enkulturasi, yakni suatu proses penanaman kebiasaan sehingga menjadi bagian dari perilakunya. Ujung dari pengembangan perilaku ini adalah pengembangan kebudayaan (Koentjaraningrat, 2003).

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.