Enkulturasi Kebiasaan Baru di Era Covid-19

Kompas.com - 03/09/2020, 18:35 WIB
Ilustrasi social distancing SHUTTERSTOCKIlustrasi social distancing

Oleh Dr Andy Ahmad Zaelany

KETIKA menunaikan ibadah haji di Mekkah pada tahun 2001, saya sempat terkagum-kagum dan nyaris tak percaya melihat kedisiplinan para jamaah haji asal Indonesia.

Mereka berbaris rapi dalam balutan seragam yang indah menuju ke area ibadah. Tidak ada anggota yang menyempal keluar dari barisan. Begitu juga ketika berdoa maupun menjalankan ibadah-ibadah dari rukun haji, mereka terlihat disiplin dan khusyuk.

Kini ketika pandemi Covid19 mengganas di Indonesia, pemerintah meluncurkan protokol kesehatan yang sederhana dan mudah diterapkan, yakni: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak (physical distancing) dan menghindari membuat kerumunan.

Namun, dalam prakteknya sering terjadi pelanggaran, banyak orang tidak menggunakan masker, tidak menjaga jarak yang memadai dengan orang lain dan berada dalam kerumunan. Padahal Pemerintah telah mengusahakan berbagai cara untuk mendisiplinkan masyarakat, termasuk diantaranya dengan mengerahkan polisi dan tentara.

Lantas, pendidikan publik seperti apa yang harus dilakukan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan di era Covid-19 ini?

Enkulturasi dalam pendidikan publik

Kita mendidik anak untuk tidak lupa setiap pagi menyantap sarapan yang sudah disiapkan ibundanya. Oleh karena dibiasakan terus menerus untuk mengerjakan kegiatan makan pagi, akhirnya menyantap sarapan akan menjadi kebiasaan yang tertanam dalam diri sang anak sampai tuanya.

Contoh lainnya, anak-anak muslim sedari kecil dibiasakan melakukan sholat lima waktu. Oleh karena sudah menjadi kebiasaan, ketika dewasa anak tersebut tidak canggung dan rutin melakukan sholat lima waktu.

Pada awalnya mungkin berat bagi sang anak dan terasa terpaksa, tapi lama kelamaan akan menjadi kebiasaan (habit).

Proses inilah yang dinamakan enkulturasi, yakni suatu proses penanaman kebiasaan sehingga menjadi bagian dari perilakunya. Ujung dari pengembangan perilaku ini adalah pengembangan kebudayaan (Koentjaraningrat, 2003).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puasa untuk Pasien yang Sembuh Covid-19 Menurut Ahli

Puasa untuk Pasien yang Sembuh Covid-19 Menurut Ahli

Oh Begitu
Peneliti Ungkap Alasan Sistem Kekebalan Anak Lebih Kuat Melawan Virus Corona

Peneliti Ungkap Alasan Sistem Kekebalan Anak Lebih Kuat Melawan Virus Corona

Oh Begitu
Update Siklon Tropis Surigae, Dampak Cuaca di Raja Ampat hingga Maluku

Update Siklon Tropis Surigae, Dampak Cuaca di Raja Ampat hingga Maluku

Fenomena
Lagi, Gempa M 5,4 Guncang Selatan Bali - Nusa Tenggara Tak Berpotensi Tsunami

Lagi, Gempa M 5,4 Guncang Selatan Bali - Nusa Tenggara Tak Berpotensi Tsunami

Oh Begitu
Asal-usul Nama Kediri, Ada di Dalam Prasati Kwak hingga Prosesi Manusuk Sima

Asal-usul Nama Kediri, Ada di Dalam Prasati Kwak hingga Prosesi Manusuk Sima

Oh Begitu
NASA Bagikan Foto Pola Biru Aneh di Kutub Mars, Apa Itu?

NASA Bagikan Foto Pola Biru Aneh di Kutub Mars, Apa Itu?

Oh Begitu
Tulang Berusia 6000 Tahun Ungkap Domestikasi Anjing di Arab

Tulang Berusia 6000 Tahun Ungkap Domestikasi Anjing di Arab

Oh Begitu
UEA Bakal Kirim Wahana ke Bulan pada 2022, Gandeng iSpace Jepang

UEA Bakal Kirim Wahana ke Bulan pada 2022, Gandeng iSpace Jepang

Oh Begitu
Cotton Bud Berawal dari Tusuk Gigi yang Ditancapkan Kapas

Cotton Bud Berawal dari Tusuk Gigi yang Ditancapkan Kapas

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Kata Psikolog Soal Netizen Indonesia Hujat Pengantin Gay Thailand | Vaksin Nusantara Dinilai Tak Layak

[POPULER SAINS] Kata Psikolog Soal Netizen Indonesia Hujat Pengantin Gay Thailand | Vaksin Nusantara Dinilai Tak Layak

Oh Begitu
Jangan Abaikan, Asam Amino Esensial Penting untuk Tumbuh Kembang Anak

Jangan Abaikan, Asam Amino Esensial Penting untuk Tumbuh Kembang Anak

Oh Begitu
Tips Puasa Ramadhan untuk Penderita Maag dan Tukak Lambung

Tips Puasa Ramadhan untuk Penderita Maag dan Tukak Lambung

Kita
Jepang Berencana Buang Jutaan Ton Air Limbah Nuklir ke Samudra Pasifik

Jepang Berencana Buang Jutaan Ton Air Limbah Nuklir ke Samudra Pasifik

Oh Begitu
Pentingnya Kajian Jejak Air Bioenergi yang Diklaim Ramah Lingkungan

Pentingnya Kajian Jejak Air Bioenergi yang Diklaim Ramah Lingkungan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini: M 5,5 Guncang Samudera Hindia Selatan Bali - Nusa Tenggara

Gempa Hari Ini: M 5,5 Guncang Samudera Hindia Selatan Bali - Nusa Tenggara

Oh Begitu
komentar
Close Ads X