Sinar Matahari dan Covid-19, Apa Hubungannya? Ini Penjelasan Ahli

Kompas.com - 25/07/2020, 07:00 WIB
Warga berjemur di bawah sinar matahari di sekitar rel kereta Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2020) pagi. Selain berolahraga, berjemur di bawah sinar matahari menjadi aktivitas rutin di tengah pandemi Covid-19 yang disebabkan virus corona SARS-CoV-2. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGWarga berjemur di bawah sinar matahari di sekitar rel kereta Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2020) pagi. Selain berolahraga, berjemur di bawah sinar matahari menjadi aktivitas rutin di tengah pandemi Covid-19 yang disebabkan virus corona SARS-CoV-2.


KOMPAS.com - Di awal kemunculan penyakit Covid-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2, pada Januari-Februari 2020, banyak sekali isu simpang siur yang beredar.

Salah satunya adalah perihal wilayah Indonesia yang tidak akan terjamah Covid-19 karena faktor cuaca dan selalu dilimpahi sinar matahari.

Selain itu, diisukan sinar matahari tersebutlah yang membuat virus SARS-CoV-2 mati sebelum menginfeksi orang Indonesia.

Hal ini didukung dengan kondisi, setelah China, negara tetangga Indonesia, seperti Malaysia, Australia, Singapura, Thailand, dan Jepang, telah menginformasikan terjadi wabah Covid-19 di negara mereka.

Baca juga: Benarkah Sinar Matahari Membunuh Virus Corona? Ini Penjelasannya

Namun, pada saat itu justru belum terdata satu pun kasus positif Covid-19, hingga per tanggal 2 Maret 2020, Indonesia mengumumkan kasus pertama, yaitu dua pasien yang terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona baru.

Untuk diketahui, data kasus Covid-19 di Indonesia per tanggal 23 Juli 2020, sudah mencapai 95.418 kasus pasien positif, 53.945 pasien sembuh, dan 4.665 kasus pasien meninggal dunia.

Berikutnya, pemahaman terkait matahari dan Covid-19 adalah tentang berjemur yang dapat membuat virus SARS-CoV-2 dalam tubuh mati.

ilustrasi sinar mataharishutterstock ilustrasi sinar matahari

Baca juga: 3 Tindakan Sederhana ini Bisa Hentikan Pandemi Covid-19, Studi Jelaskan

Ternyata pemahaman tersebut dibantah oleh berbagai penelitian dan para ahli medis, yang menyatakan bahwa sinar matahari tidak bisa membunuh virus corona yang ada di dalam tubuh, bahkan di luar ruangan sekalipun.

Lantas apa kaitannya sinar matahari dan Covid-19?

Menyangkut persoalan isu matahari dan Covid-19 tersebut, Ahli Alergi Imunologi Anak Indonesia, Prof Dr Budi Setiabudiawan dr SpA(K), menuturkan, keduanya memiliki keterkaitan secara tidak langsung.

Seperti diketahui, untuk bertahan dalam mencegah terhindar dari infeksi Covid-19, sistem kekebalan tubuh atau imunitas sangat diperlukan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X