Kompas.com - 13/07/2020, 11:02 WIB
Singapura kembangkan robot pintar untuk penyemprotan disinfektan dengan sinar ultraviolet (UVC) di pusat perbelanjaan. nypost.comSingapura kembangkan robot pintar untuk penyemprotan disinfektan dengan sinar ultraviolet (UVC) di pusat perbelanjaan.

KOMPAS.com – Sinar matahari (ultraviolet) telah digunakan untuk membunuh virus sejak lama. Namun apakah sinar matahari juga efektif membunuh virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19?

Jawaban singkatnya adalah ya. Namun, butuh jenis dan dosis sinar matahari yang benar agar efektif membunuh virus penyebab pandemi tersebut.

Radiasi ultraviolet dapat dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan panjang gelombangnya, yaitu UVA, UVB, dan UVC.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan bahwa hampir semua jenis sinar matahari yang ada di Bumi termasuk dalam UVA, karena mayoritas UVB dan UVC terserap oleh lapisan ozon terlebih dahulu.

Baca juga: Bukan Hanya Merusak Kulit, Sinar Matahari Juga Bisa Merusak Mata

Adalah UVC, yang memiliki panjang gelombang paling pendek serta energi paling besar, yang bisa digunakan sebagai disinfektan.

“UVC telah digunakan selama bertahun-tahun, ini bukan hal baru,” tutur ahli fisika di Henry Ford Hospital, Detroit, Indermeet Kohli seperti dikutip dari Live Science, Senin (13/7/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

UVC dengan panjang gelombang spesifik 254 nanometer (UVC-254) terbukti ampuh membunuh virus flu H1N1 serta beberapa jenis virus corona seperti SARS-CoV dan MERS-CoV.

UVC-254 ampuh sebagai disinfektan karena membuat ‘luka’ pada DNA dan RNA. Hal itu membuat virus tidak bisa bereplika, sekaligus membuat virus tersebut ‘cacat’ dan mati.

Baca juga: 5 Hal yang Perlu Diketahui soal Berjemur di Bawah Sinar Matahari

Namun, Anda tidak sembarangan bisa menggunakan UVC untuk membunuh virus SARS-CoV-2. Sangat penting untuk menggunakannya secara akurat. UVC juga sangat berbahaya jika terdapat kontak pada kulit dan mata manusia.

Oleh karena itu, Kohlie menyebutkan teknologi disinfektan menggunakan UVC harus dilakukan oleh fasilitas medis dengan alasan kesehatan. Akurasi pemakaian seperti ini yang tidak memungkinkan dilakukan sendiri di rumah.

Kohli dan beberapa ilmuwan lain tengah bekerja untuk membuat disinfektan untuk Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker wajah dan respirator N95. Untuk sementara ini, Kohlie menyarankan rumah sakit dan fasilitas kesehatan agar menggunakan peralatan UVC untuk disinfeksi APD.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.