Kasus Covid-19 Lampaui 10 Juta dan 500.000 Orang Meninggal Dunia

Kompas.com - 30/06/2020, 09:02 WIB
Foto ini menunjukkan kuburan baru di pemakaman Butovskoye, yang berfungsi sebagai salah satu tempat pemakaman bagi mereka yang meninggal karena virus corona, di Moskwa, Rusia. 
Cara Rusia menghitung kematian selama pandemi virus corona bisa menjadi salah satu alasan mengapa jumlah kematian resminya jauh di bawah banyak negara lain, bahkan ketika Rusia melaporkan sedikitnya 511.000 infeksi, hanya di belakang Amerika Serikat dan Brasil. AP/Dmitry SerebryakovFoto ini menunjukkan kuburan baru di pemakaman Butovskoye, yang berfungsi sebagai salah satu tempat pemakaman bagi mereka yang meninggal karena virus corona, di Moskwa, Rusia. Cara Rusia menghitung kematian selama pandemi virus corona bisa menjadi salah satu alasan mengapa jumlah kematian resminya jauh di bawah banyak negara lain, bahkan ketika Rusia melaporkan sedikitnya 511.000 infeksi, hanya di belakang Amerika Serikat dan Brasil.

KOMPAS.com - Dua hal menyedihkan terjadi pada awal pekan ini terkait pandemi Covid-19 di dunia.

Pertama, infeksi Covid-19 yang dikonfirmasi di seluruh dunia ada lebih dari 10 juta kasus. Kedua, jumlah kematian yang dilaporkan karena virus SARS-CoV-2 kini telah melewati setengah juta.

AS terus memimpin secara global, baik dalam jumlah kematian maupun kasus penularan Covid-19. Seperempat dari jumlah di seluruh dunia berasal dari negara adidaya tersebut.

Selain AS, dua negara di bawahnya memiliki sifat yang sama. Mengelak bahwa Covid-19 nyata dan berbahaya.

Baca juga: Infeksi Covid-19 di Indonesia Lampaui 54.000 Kasus, Apa Saja Obatnya?

Brasil menjadi negara kedua dengan jumlah Covid-19 terbanyak di dunia, mencapai 1,34 juta kasus.

Dilansir IFL Science, Senin (29/6/2020), Brasil sempat menunda lockdown dan mencoba menyembunyikan peningkatan jumlah kasus.

Presiden Brasil Jaul Bolsonaro pun sempat mengancam akan keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) karena Covid-19.

Setelah Brasil, negara ketiga dengan jumlah terinfeksi Covid-19 terbanyak adalah Rusia, lebih dari 641.000 kasus.

Rusia sempat menyangkal Covid-19 selama berbulan-bulan.

Angka korban corona ini sangat besar. Namun, semua ahli kesehatan di seluruh dunia percaya bahwa jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi.

Terutama mengingat banyaknya orang tanpa gejala (OTG) atau dengan gejala ringan yang terinfeksi virus SARS-CoV-2. Mereka pun masih dapat menularkan virus ke orang lain.

Selain itu, cara menghitung angka kematian berbeda di masing-masing negara.

Hal inilah yang membuat ahli yakin bahwa ada lebih banyak kasus yang tidak terdiagnosis dan kematian akibat Covid-19 yang kemungkinan tidak dilaporkan.

Halaman:
Baca tentang

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X