Ketua IDI Ingatkan Protokol Bagi Tenaga Kesehatan di Tengah Corona

Kompas.com - 05/06/2020, 18:30 WIB
Petugas medis Dinas Kesehatan Kota Bogor di sela-sela melakukan uji cepat (rapid test) massal Covid-19 dengan skema drive thru di GOR Pajajaran, Bogor, Sabtu (4/4/2020). Sebanyak 128 orang dalam pemantauan (ODP) mengikuti rapid test ini dari target 284 orang. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPetugas medis Dinas Kesehatan Kota Bogor di sela-sela melakukan uji cepat (rapid test) massal Covid-19 dengan skema drive thru di GOR Pajajaran, Bogor, Sabtu (4/4/2020). Sebanyak 128 orang dalam pemantauan (ODP) mengikuti rapid test ini dari target 284 orang.

KOMPAS.com - Jumlah terinfeksi virus corona SARS-CoV-2 - penyebab Covid-19 - terus bertambah di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Hingga Jumat (4/6/2020) sore, jumlah pasien Covid-19 yang dikonfirmasi di Indonesia adalah 29.521 kasus.

9.443 orang di antaranya telah sembuh dan ada 1.770 pasien yang meninggal karena penyakit ini.

Dikatakan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia ( IDI) dr. Daeng Mohammad Faqih, SH, MH, virus corona SARS-CoV-2 merupakan jenis virus baru yang masih terus dipelajari oleh para peneliti.

Baca juga: Update Corona Dunia 5 Juni: 6,7 Juta Orang Terinfeksi, 3,2 Juta Sembuh

Karakteristiknya masih terus diamati hingga saat ini. Mulai dari gejala, sifat, cara penularan, hingga pengobatannya. Selalu ada perkembangan baru terkait virus corona ini.

Perkembangan baru terkait virus corona SARS-CoV-2, disebut Daeng juga berpengaruh pada penanganan pasien Covid-19.

"Penanganan untuk (pasien) Covid-19, obat yang spesifik atau istilah kedokterannya drug of choice untuk membunuh virus (corona), memang belum ditemukan. Vaksinnya juga belum ditemukan," tuturnya.

"Karena pengobatan belum ditemukan, maka tindakan kita (tenaga medis) yang paling bijaksana adalah melakukan pencegahan supaya kita tidak tertular," imbuh dia.

Dia berkata, ketika nanti era new normal atau kenormalan baru ditetapkan, semua orang harus tetap berhati-hati dalam melaksanakan protokol kesehatan.

"Terutama sekali pada petugas kesehatan," tegas Daeng.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X