Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU)

Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) adalah organ departementasi Nahdlatul Ulama yang berfungsi sebagai pelaksana kebijakan–kebijakan Nahdlatul Ulama dalam ranah falakiyah, yaitu ilmu astronomi yang ditujukan bagi pelaksanaan aspek–aspek ibadah Umat Islam. LFNU ada di tingkat pusat (PBNU), propinsi (PWNU) hingga kabupaten / kota (PCNU). Lembaga Falakiyah PBNU berkedudukan di Gedung PBNU lantai 4, Jl. Kramat Raya no. 164 Jakarta Pusat.

Gerhana Bulan Sabtu Dini Hari dan Samarnya Purnama

Kompas.com - 05/06/2020, 16:30 WIB
Wajah Bulan pada saat puncak Gerhana Bulan Samar 15 Zulhijjah 1437 H (17 September 2016), diabadikan Ma?rufin Sudibyo (fungsionaris Lembaga Falakiyah PBNU). Gerhana Bulan Samar mudah diidentifikasi sebagai sisi gelap di bagian kanan Bulan dalam citra ini. Namun ia sangat sulit dilihat mata telanjang. Sudibyo, 2016Wajah Bulan pada saat puncak Gerhana Bulan Samar 15 Zulhijjah 1437 H (17 September 2016), diabadikan Ma?rufin Sudibyo (fungsionaris Lembaga Falakiyah PBNU). Gerhana Bulan Samar mudah diidentifikasi sebagai sisi gelap di bagian kanan Bulan dalam citra ini. Namun ia sangat sulit dilihat mata telanjang.

Oleh Hendro Setyanto

SEBUAH peristiwa Gerhana Bulan Samar (Penumbral) akan terjadi pada Sabtu Pon dini hari 14 Syawwal 1441 H yang bertepatan dengan 6 Juni 2020.

Berdasarkan perhitungan (hisab) maka fase awal Gerhana Bulan Samar ini akan terjadi pada pukul 00:45:56 WIB sementara fase akhirnya pada pukul 04:04:08 WIB. Sehingga gerhana memiliki durasi 3 jam 18 menit 12 detik.

Puncak gerhana diperhitungkan akan tercapai pada pukul 02:25:02 WIB dengan magnitudo 0,57. Artinya, 57 persen permukaan Bulan bakal ditutupi oleh kerucut bayangan tambahan (penumbra) Bumi.

Istilah Gerhana Bulan Samar dapat ditemukan dalam literatur falakiyah, misalnya dalam kitab Irsyadul Murid buah karya KH Ghozali Fathullah. Dalam kitab tersebut, gerhana jenis ini disebut sebagai al–khusuf asy–syabihi.

Meskipun menyandang nama Gerhana Bulan, Gerhana Bulan Samar sangat sulit dibedakan dengan ketampakan Bulan purnama biasa apabila disaksikan dengan mata telanjang. Sehingga peristiwa ini tidak diikuti dengan anjuran penyelenggaraan shalat gerhana.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jadi berbeda dengan yang dijumpai pada Gerhana Bulan Total maupun Gerhana Bulan Sebagian (keduanya disebut al–khusuf al–hakiki pada kitab Irsyadul Murid), yang menjadi dasar bagi shalat gerhana.

Merujuk kepada sabda Rasulullah SAW melalui jalur Mughirah bin Syu’bah yang diriwayatkan Imam Bukhari, pada saat gerhana bisa terlihat maka dianjurkan menyelenggarakan shalat gerhana hingga gerhana tersebut usai.

Pemaknaan terlihatnya gerhana dalam hal ini serupa dengan terlihatnya hilal dalam penentuan awal bulan kalender Hijriyyah, sehingga sama sama menyaratkan terlihat dengan mata.

Gerhana Bulan Samar 14 Syawwal 1441 H ini akan dapat disaksikan pada seluruh lokasi mana pun di Indonesia pada waktu yang sama, tentunya menyesuaikan dengan zona waktu masing–masing.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.