Seri Baru Jadi Ortu: Kapan Bayi Berhenti Bangun Tengah Malam?

Kompas.com - 05/06/2020, 17:30 WIB
Ilustrasi. ThinkstockIlustrasi.

KOMPAS.com – Tak sedikit ibu yang merasa kelelahan akibat kurang tidur. Semenjak melahirkan, bayi harus terus disusui baik siang maupun malam.

Dokter Spesialis Anak RS Pondok Indah, Pondok Indah, dr Rosary, Sp.A menyebutkan bahwa bayi baru lahir memerlukan waktu tidur yang cukup lama yaitu 16-17 jam per hari.

“Namun walaupun durasi tidurnya lama, bayi sering terbangun. Sebagian besar bayi hanya tidur 1-2 jam pada satu waktu, dan perlu menyusu setiap 2-4 jam saat tidur,” ujar Rosary kepada Kompas.com, Jumat (5/6/2020).

Baca juga: Seri Baru Jadi Ortu: Kenapa Bayi Sering Muntah?

Saat usia 4-6 minggu, lanjut ia, waktu tidur yang dibutuhkan sekita 14-16 jam per hari. Sementara saat usia 8 minggu sebagian bayi mulai tidur siang dengan waktu yang lebih pendek, dan tidur dengan waktu lebih lama saat malam.

“Namun, bayi masih terbangun sesekali untuk menyusu di malam hari,” tambahnya.

Dokter Spesialis Anak RS Pondok Indah, Pondok Indah, dr Rosary, Sp.ARSPI Dokter Spesialis Anak RS Pondok Indah, Pondok Indah, dr Rosary, Sp.A

Lalu, kapan bayi mulai berhenti bangun tengah malam? Rosary menyebutkan, sebagian besar bayi mendapat ritme tidur siang dan malam saat usianya sekitar 12 minggu.

“Dan secara keseluruhan, bayi usia 3-5 bulan baru bisa cukup lama tidur saat malam, lebih dari 5 jam pada satu waktu tidur,” papar ia.

Saat usia 6 bulan, bayi sebaiknya sudah bisa tidur dengan durasi yang cukup lama hingga enam jam. Tetapi, bayi masih terkadang terbangun paling tidak 1 kali saat malam saat menyusu.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebanyakan Dipanen, Viagra Himalaya Terancam Punah

Kebanyakan Dipanen, Viagra Himalaya Terancam Punah

Oh Begitu
3 Misi ke Mars di Bulan Juli, Apa yang akan Dilakukan NASA, China dan Uni Emirat Arab?

3 Misi ke Mars di Bulan Juli, Apa yang akan Dilakukan NASA, China dan Uni Emirat Arab?

Fenomena
Antibodi terhadap Covid-19 Menurun, Studi Inggris Ungkap Potensi Infeksi Ulang

Antibodi terhadap Covid-19 Menurun, Studi Inggris Ungkap Potensi Infeksi Ulang

Fenomena
Uni Emirat Arab Semangat Luncurkan Misi Hope ke Mars, Apa Tujuannya?

Uni Emirat Arab Semangat Luncurkan Misi Hope ke Mars, Apa Tujuannya?

Oh Begitu
Cuaca Buruk, Peluncuran Misi Hope Milik Uni Emirat Arab ke Mars Ditunda

Cuaca Buruk, Peluncuran Misi Hope Milik Uni Emirat Arab ke Mars Ditunda

Fenomena
Vaksin Virus Corona, Sudah Sampai Mana Tahap Pengujiannya?

Vaksin Virus Corona, Sudah Sampai Mana Tahap Pengujiannya?

Oh Begitu
Covid-19: Kenapa Laki-laki Lebih Jarang Pakai Masker Dibanding Perempuan? Ini Penjelasannya

Covid-19: Kenapa Laki-laki Lebih Jarang Pakai Masker Dibanding Perempuan? Ini Penjelasannya

Fenomena
Fenomena Langka Komet Neowise Juli 2020, Wilayah Mana Saja Bisa Melihatnya?

Fenomena Langka Komet Neowise Juli 2020, Wilayah Mana Saja Bisa Melihatnya?

Fenomena
BMKG: Wilayah Ini Berpotensi Alami Peningkatan Kekeringan Lapisan Tanah

BMKG: Wilayah Ini Berpotensi Alami Peningkatan Kekeringan Lapisan Tanah

Fenomena
Istilah PDP, ODP, dan OTG Covid-19 Diubah, Ini Beda dengan Sebelumnya

Istilah PDP, ODP, dan OTG Covid-19 Diubah, Ini Beda dengan Sebelumnya

Oh Begitu
Spartan Inovasi Baru Antisipasi Karhutla Indonesia dari BMKG, Apa Kelebihannya?

Spartan Inovasi Baru Antisipasi Karhutla Indonesia dari BMKG, Apa Kelebihannya?

Fenomena
CDC Memperkirakan, 40 Persen Pasien Covid-19 Tidak Menunjukkan Gejala

CDC Memperkirakan, 40 Persen Pasien Covid-19 Tidak Menunjukkan Gejala

Kita
Satwa Liar Terkait Pandemi Covid-19, Begini Hasil Survei Persepsi Masyarakat

Satwa Liar Terkait Pandemi Covid-19, Begini Hasil Survei Persepsi Masyarakat

Fenomena
Gempa Hari Ini: M 5,1 Guncang Laut Banten, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini: M 5,1 Guncang Laut Banten, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
Hasil Otopsi Temukan Gumpalan Darah di Hampir Seluruh Organ Pasien Covid-19

Hasil Otopsi Temukan Gumpalan Darah di Hampir Seluruh Organ Pasien Covid-19

Kita
komentar
Close Ads X