BPOM Laporkan Masih Jumpai Menu Takjil Berbahan Kimia Bahaya

Kompas.com - 16/05/2020, 19:03 WIB
Ilustrasi Takjil puasa. (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)Ilustrasi Takjil puasa.


KOMPAS.com- Di saat berpuasa, hal yang paling ditunggu oleh banyak orang adalah menyantap kudapan takjil untuk berbuka puasa.

Akan tetapi, masyarakat diminta waspada dan pandai memilah jenis makanan yang baik, serta tidak mengandung bahan berbahaya dalam menu takjil yang akan Anda santap.

Pasalnya, Badan POM telah mendapatkan data bahwa terdapat sampel pangan yang tidak layak konsumsi dari intensifikasi pengawasan pangan di seluruh Indonesia.

Kepala BPOM RI, Penny K Lukito mengungkapkan intensifikasi ini dilakukan melalui 33 Balai Besar atau Balai POM dan 40 Kantor Badan POM di kabupaten/kota seluruh Indonesia.

Baca juga: Kesalahan Terbesar Kita Saat Memilih Takjil untuk Berbuka Puasa

Intensifikasi pengawasan pangan ini akan dilakukan sejak 27 April hingga 22 Mei mendatang. Namun, laporan data sementara yang terkumpul sejak 27 April hingga 8 Mei atau sekitar 2 minggu di bulan Ramadhan tahun 2020 ini telah dirilis BPOM.

Hasil pengawasan pangan jajanan berbuka puasa atau takjil menunjukkan dari 6.677 sampel yang diperiksa, sebanyak 73 sampel atau sekitar 1,09 persen Tidak Memenuhi Syarat (TMS) karena mengandung bahan yang disalahgunakan dalam pangan.

Temuan bahan berbahaya yang paling banyak disalahgunakan dalam pangan takjil berdasarkan data BPOM adalah sebagai berikut.

Baca juga: BPOM Lakukan Pengawasan Pangan Serentak di Indonesia, Begini Hasilnya...

  • Formalin sebanyak 45 persen
  • Rhodamin sebanyak 37 persen
  • Boraks sebanyak 17 persen
  • Methanyl yellow sebanyak 1 persen

Adapun, jenis pangan yang banyak ditemui mengandung bahan berbahaya tersebut adalah kudapan, minuman berwarna, makanan ringan, mie, lauk pauk, bubur dan es.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X