BPOM Laporkan Masih Jumpai Menu Takjil Berbahan Kimia Bahaya

Kompas.com - 16/05/2020, 19:03 WIB
Ilustrasi Takjil puasa. (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)Ilustrasi Takjil puasa.

Penny menyebutkan, dibandingkan dengan tahun 2019, terjadi penurunan presentasi TMS terhadap jumlah sampel sebesar 1,96 persen. Jumlah sampel dari 3,05 persen pada tahun 2019 menjadi 1,09 persen pada tahun 2020.

Tindak lanjut BPOM untuk takjil TMS

Penny menegaskan hasil dari temuan yang dihimpun oleh BPOM dilapangan ini akan ditindak lanjuti.

"Tindak lanjut pada pangan olahan takjil yang tidak memenuhi syarat dan mengandung bahan berbahaya ini adalah pembinaan dan penelusuran lebih lanjut asal produk dan bahan baku produk tersebut," kata Penny dalam konferensi pers virtual, Jumat (15/5/2020).

Baca juga: Cegah Penularan Corona, Ini Tips BPOM untuk Pedagang Sayur Keliling

Penny berkata, walaupun dalam kondisi pandemi wabah Covid-19, Badan POM terus melaksanakan pengawasan untuk menjamin pangan yang beredar aman dan bermutu.

Dengan pelaksanaan intensifikasi pengawasan ini, diharapkan dapat meminimalisir peredaran pangan yang tidak memenuhi ketentuan, sehingga kesehatan masyarakat tetap terjaga.

BPOM tetap melaksanakan intensifikasi pengawasan pangan olahan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2020 dengan memperhatikan aspek keamanan petugas dan masyarakat ditengah pandemi Covid-19.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X