Ini Alasan Perokok Sangat Rentan Terinfeksi Covid-19

Kompas.com - 14/05/2020, 18:18 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Perokok memiliki risiko tinggi untuk terinfeksi virus corona penyebab Covid-19. Bahkan, perokok yang merupakan pasien positif Covid-19 memiliki tingkat kematian lebih tinggi.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Tobacco Control Support Center-Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (TCSC-IAKMI) dr Sumarjati Arjoso, berdasarkan penelitian dari Departement of Respiratory and Critical Care Medical Peking University First Hospital di China.

Penelitian tersebut menemukan bahwa perokok memiliki risiko 14 kali lebih tinggi terinfeksi Covid-19. Perokok juga memiliki risiko gejala 2,4 kali lebih parah jika terinfeksi virus corona.

"Hal ini menunjukkan konsumsi rokok diasosiasikan dengan prognosis Covid-19 yang tentunya buruk," ujar Sumarjati dalam diskusi "Larger Pictorial Health Warning on Tobacco Packs: Building Public Awareness on COVID-19 and Tobacco Use", Kamis (14/5/2020).

Sumarjati menjelaskan, merokok mengaktifkan reseptor Angiotensin Converting Enzyme-2 (ACE-2) melalui nikotin yang terdapat di dalam tembakau. Seperti diketahui, virus corona memerlukan reseptor ACE-2 untuk masuk ke dalam sel tubuh manusia dan melekat di saluran pernafasan.

Baca juga: Perusahaan AS Uji Vaksin Covid-19 ke Manusia Usia 18-85 Tahun

ACE-2 kemudian memfasilitasi virus untuk masuk dan berkembang, semakin banyak reseptor maka semakin mudah virus corona menginfeksi seseorang. Studi di China juga menunjukkan ACE-2 lebih banyak muncul di paru-paru perokok.

Di samping itu, merokok juga menjadi penyebab utama dari sebagian besar penyakit tidak menular, seperti gangguan jantung, gangguan paru-paru, diabetes, hingga hipertensi. Menyumbang 70 persen pada angka kematian secara global.

Laporan dari seluruh dunia menunjukkan bawah orang dengan penyakit akibat mengonsumsi rokok, memiliki risiko menderita Covid-19 dengan dampak yang lebih buruk, termasuk kematian.

"Perokok yang terpapar Covid-19 akan memiliki risiko penyakit lebih berat, sehingga perlu perawatan di ICU, menggunakan ventilator, sampai risiko kematian," katanya.

Baca juga: Anda Perokok Aktif tapi Tak Kena Kanker Paru? Ini Penjelasan Ahli

Di sisi lain, perokok juga rentan terinfeksi karena aktivitas merokok membuat jari dan rokok yang terkontaminasi meningkatkan kemungkinan penularan virus dari tangan ke mulut.

Begitupula pada perokok elektronik seperti vape, dapat memfasilitasi transmisi Covid-19 saat vaporizer dipakai secara bergantian.

Oleh sebab itu, Sumarjati menekankan untuk mengubah pola hidup sehat dari kebiasaan merokok guna menekan potensi terinfeksi Covid-19.

Menurutnya, saat ini menjadi momentum bagi 63 persen masyarakat Indonesia yang merupakan perokok untuk menghentikan kebiasaan merokok.

"Penghentian merokok merupakan tindakan preventif yang relavan untuk melawan Covid-19," katanya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X