Selalu Gunakan APD, Ini Perawatan Kulit untuk Tenaga Medis

Kompas.com - 13/05/2020, 19:03 WIB
Perawatan di ruang isolasi pasien Covid-19 di RSUD Kota Bogor, Kamis (23/4/2020). Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor membatasi layanan kesehatan setelah 51 tenaga medisnya terindikasi reaktif Covid-19. Layanan yang tetap beroperasi adalah unit kegawatdaruratan, cuci darah, kanker, dan layanan penyakit kronis. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPerawatan di ruang isolasi pasien Covid-19 di RSUD Kota Bogor, Kamis (23/4/2020). Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor membatasi layanan kesehatan setelah 51 tenaga medisnya terindikasi reaktif Covid-19. Layanan yang tetap beroperasi adalah unit kegawatdaruratan, cuci darah, kanker, dan layanan penyakit kronis.

KOMPAS.com - Tenaga medis menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Setiap harinya, mereka harus menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dalam bertugas.

Ternyata, rutinitas penggunaan APD selama berjam-jam tersebut berdampak pada kesehatan kulit, khususnya wajah.

Untuk melindungi diri dari paparan virus corona, umumnya mereka menggunakan masker medis jenis N95 dan kacamata safety. Namun, peralatan medis ini memberikan tekanan pada kulit wajah sehingga menyebabkan timbulnya jerawat atau iritasi.

"Pencetus masalah kulit akibat masker medis adalah lingkungan yang panas dan lembap, oklusi akibat tekanan masker juga memicu masalah kulit," ujar Dokter Spesialis Kulit Dermatologi Kosmetik dr Lilik Norawati dalam Diskusi Online Noroid, Selasa (12/5/2020).

Secara rinci, bantalan hidung pada masker memberikan tekanan di bagian hidung yang dapat menyebabkan luka. Klip logam, tali ikat elastis, dan bahan kain pada masker juga dapat menyebabkan dermatitis kontak.

Baca juga: Jangan Abaikan, Pelembab Penting untuk Kesehatan Kulit Selama Pandemi

Dermatitis kontak adalah peradangan pada kulit yang muncul akibat kontak langsung dengan zat tertentu dan mengiritasi kulit. Gejalanya berupa gatal-gatal, bengkak dan kemerahan.

Untuk mengatasi permasalahan kulit tersebut, dr Lilik menyarankan, para tenaga medis menggunakan pelembab terlebih dahulu sebelum memakai masker. Hal ini untuk mengurangi gesekan antara kulit dengan masker.

"Hindari penggunaan masker yang terlalu ketat. Lalu gunakan pembersih wajah yang non-iritatif," imbuhnya.

Selain itu, minimalkan penggunaan riasan wajah terutama foundation dan concealer dengan formulasi berat. Lantaran, akan meningkatkan kelembapan di bawah masker yang dapat mempengaruhi produksi sebum kulit dan berpotensi menimbulkan jerawat.

Baca juga: Bukan Produk Kecantikan, Ini Terapi untuk Remajakan Kulit Wajah

dr Lilik juga menyarakan, untuk menggunakan salep antibiotik jika terjadi luka pada kulit wajah.

Bila terjadi dermatitis maka dapat menggunakan salep steroid untuk perawatan, yang tentunya ini perlu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kulit.

"Jika terjadi jerawat, oleskan produk anti jerawat yang sesuai dengan rekomendasi dokter kulit," katanya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X