Skenario Hidup Normal Mulai Awal Juni, Siapkah Indonesia? Ini Kata Ahli

Kompas.com - 13/05/2020, 13:11 WIB
Restoran di Thailand membuat sekat dari pvc dan plastik untuk pengunjung terhindari dari penularan virus corona facebook penguin eat shabuRestoran di Thailand membuat sekat dari pvc dan plastik untuk pengunjung terhindari dari penularan virus corona

KOMPAS.com - Kementerian Perkonomian mengeluarkan skenario "hidup normal" atau new normal dengan timeline pemulihan ekonomi nasional usai pandemi Covid-19. Skenario ini dibuat mulai awal Juni 2020 mendatang.

Diketahui ternyata skenario timeline atau rentang waktu tersebut merupakan proposal yang dibuat oleh Ekonom Senior Raden Pardede.

Proposal tersebut dipresentasikan Raden Pardede kepada Menko Perekonomian Airlangga Hartarto melalui conference bertajuk 'Road Map Ekonomi Kesehatan Keluar Covid-19'.

Dalam timeline tersebut, dirumuskan 5 fase atau tahapan yang dimulai tanggal 1, 8, 15 Juni hingga 6, 20, 27 Juli 2020.

Adapun fase itu akan diikuti dengan kegiatan membuka berbagai sektor industri, jasa bisnis, toko, pasar, mall, sektor kebudayaan, sektor pendidikan, aktivitas sehari-hari di luar rumah, dan lain sebagainya hingga evaluasi. Hal ini dikatakan akan dilakukan secara bertahap.

Baca juga: 5 Langkah Persiapkan New Normal Jika Corona di Indonesia Berakhir

Tujuan timeline tersebut adalah mengupayakan agar pada akhir Juli atau Agustus sudah bisa membuka seluruh kegiatan ekonomi, dan dievaluasi secara berkala hingga vaksin ditemukan.

Siapkah Indonesia dengan skenario ini?

Menanggapi skenario "hidup baru" ini, Dosen Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Dr Panji Fortuna Hadisoemarto MPH angkat bicara.

Menurut Panji, timeline menghadapi pandemi Covid-19 ini harusnya timeline kalender epidemiologi, bukan tanggal-tanggal seperti itu.

"Saya bisa katakan Pak Raden Pardede itu salah besar membuat timeline seperti itu," kata Panji kepada Kompas.com, Senin (13/5/2020).

Kalender epidemiologi merupakan kalender yang disesuaikan terhadap bagaimana kondisi virus yang menyebabkan pandemi ini terjadi. Sebab, membuat skenario seperti itu membutuhkan data bukan hanya strategi terhadap prediksi tanpa data sainstifik.

"Untuk ( skenario hidup normal) ini saya kutip Anthony Fauci saja, You don't make the timeline, the virus makes the timeline (Anda tidak membuat timeline, virus yang membuat timeline)," kata dia.

Anthony Fauci adalah seorang pakar penyakit menular dunia.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X