Pengobatan Corona: Obat Pengencer Darah Bisa Selamatkan Pasien Covid-19

Kompas.com - 08/05/2020, 17:31 WIB
Ilustrasi obat untuk virus corona, obat corona ShutterstockIlustrasi obat untuk virus corona, obat corona

Dari pasien yang diintubasi yang tidak bertahan hidup, mereka yang tidak memiliki antikoagulan meninggal setelah 9 hari, sedangkan mereka yang menggunakan antikoagulan meninggal setelah 21 hari.

Semua pasien dalam penelitian ini menjalani pemeriksaan darah ketika mereka tiba di rumah sakit, termasuk mengukur berbagai penanda inflamasi.

Baca juga: Studi Covid-19: Virus Corona Lebih Rentan Infeksi Pria dan Obesitas

Analisis menunjukkan pasien yang menerima antikoagulan memiliki penanda inflamasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasien yang tidak diobati dengan antikoagulan.

Selanjutnya, hasil pemeriksaan ini mungkin dapat menyarankan pasien dengan penyakit yang lebih parah untuk mengambil manfaat dari antikoagulan sejak dini.

"Kami berharap laporan hubungan terapi antikoagulasi ini dengan kelangsungan hidup yang lebih baik akan dikonfirmasi dalam penyelidikan di masa depan," jelas peneliti.

Para ilmuwan di Mount Sinai terus menganalisis data pasien Covid-19 untuk berkontribusi dalam menemukan perawatan yang tepat bagi pasien yang terinfeksi virus corona.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X