Studi Awal Remdesivir, Hasilnya Menjanjikan untuk Pasien Corona

Kompas.com - 30/04/2020, 19:00 WIB
Satu ampul obat Ebola remdesivir ditunjukkan dalam konferensi pers di Rumah Sakit Universitas Eppendorf (UKE) di Hamburg, Jerman, 8 April 2020. Remdesivir kini sedang diuji coba untuk pengobatan Covid-19. POOL/REUTERSSatu ampul obat Ebola remdesivir ditunjukkan dalam konferensi pers di Rumah Sakit Universitas Eppendorf (UKE) di Hamburg, Jerman, 8 April 2020. Remdesivir kini sedang diuji coba untuk pengobatan Covid-19.

KOMPAS.com - Laporan yang terbit di jurnal Lancet, Rabu (29/4/2020) memberikan harapan terkait remdesivir untuk pengobatan Covid-19.

Hasil awal dari uji klinis yang melibatkan lebih dari 1.000 orang menunjukkan bahwa obat antivirus remdesivir dapat mempercepat pemulihan dan akan dijadikan standar perawatan di AS.

Menurut studi awal yang melibatkan responden dalam jumlah besar itu menunjukkan, obat ini efektif mempersingkat waktu pemulihan pasien Covid-19.

Dalam studi itu, obat remdesivir diketahui mengganggu replikasi beberapa virus, termasuk virus SARS-CoV-2 yang bertanggung jawab atas pandemi global saat ini.

Baca juga: Benarkah Kandidat Obat Corona Remdesivir Gagal Uji Klinis?

Anthony Fauci selaku direktur Institut Alergi dan Penyakit Menular AS (NIAID) mengumumkan pada Rabu (29/4/2020) bahwa hasil uji klinis awal menunjukkan, orang yang mengonsumsi obat remdesivir rata-rata pulih dalam 11 hari. Sementara pasien Covid-19 yang mengonsumsi plasebo, rata-rata pulih dalam 15 hari.

Plasebo adalah sebuah pengobatan yang tidak berdampak atau penanganan palsu yang bertujuan sebagai variabel kontrol dalam sebuah uji klinis.

"Obat ini memang hanya membantu kesembuhan sebanyak 31 persen, belum 100 persen. Kendati demikian, bukti tetap menunjukkan bahwa obat ini (remdesivir) dapat memblokir virus SARS-CoV-2," ungkap Fauci seperti diberitakan Nature, Rabu (29/4/2020).

Selain mempercepat pemulihan pasien, Fauci juga mengatakan bahwa kematian akibat Covid-19 lebih rendah saat pasien mengonsumsi remdesivir. Namun perlu digarisbawahi, hal ini tidak memperlihatkan hasil signifikan secara statistik.

Dikatakan Fauci, waktu pemulihan yang lebih cepat sangat terlihat.

Setelah membuktikan obat remdesivir dapat memulihkan pasien lebih cepat, peneliti memutuskan untuk menghentikan uji coba lebih awal.

Hal ini lantaran peneliti ingin memberikan remdesivir ke pasien yang sebelumnya diberi plasebo.

Fauci menambahkan, remdesivir akan dijadikan pengobatan standar untuk Covid-19 di AS.

"Ada banyak fokus pada remdesivir yang berpotensi menjadi kandidat suntikan obat terbaik dalam melawan Covid-19," kata ahli virus Stephen Griffin di Universitas Leeds, Inggris.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber Nature
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X