Diprediksi, 2020 Menjadi Tahun Terpanas dalam Satu Dekade Terakhir

Kompas.com - 30/04/2020, 17:00 WIB
ILUSTRASI KEMARAU  
KOMPAS/RINI KUSTIASIHILUSTRASI KEMARAU

KOMPAS.com - 10 tahun terakhir merupakan dekade dengan suhu panas yang belum pernah terjadi sebelumnya. Menurut ahli meteorologi, di tahun 2020 ini kita masih melanjutkan tren tersebut.

Analisis suhu selama kuartal pertama tahun 2020 menempatkan tiga bulan pertama (Januari-Maret) sebagai periode terpanas kedua sejak 1998. Kuartal pertama ini pun memberi gambaran untuk sembilan bulan ke depan.

Administrasi kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA) memprediksi bahwa tahun 2020 memiliki peluang 74,67 persen menjadi tahun terpanas.

Kemudian memiliki peluang 99,94 persen menjadi kandidat lima besar tahun terpanas, dan lebih dari 99,99 persen masuk dalam 10 tahun terpanas.

Baca juga: BMKG: Waspada Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Hingga Awal Mei

Dilansir IFL Science, Rabu (28/4/2020), pada bulan Maret 2020, Bumi lebih hangat dibanding rata-rata bulan sebelumya.

Secara khusus, bagian timur AS dari pegunungan Rocky, Asia Tengah dan Asia Timur, kemudian bagian selatan Amerika Selatan mencatat suhu 2,0 derajat Celsius lebih tinggi dibanding rata-rata bulan sebelumnya sejak 1998.

Suhu panas selama bulan Maret tercatat di 42 juta kilometer persegi. Itu sekitar 8,17 persen luas permukaan Bumi.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Spesies Dinosaurus Baru, Pemburu Fosil Inggris Temukan Tulang Sepupu T.rex

Spesies Dinosaurus Baru, Pemburu Fosil Inggris Temukan Tulang Sepupu T.rex

Fenomena
Inilah Masker Terbaik dan Terburuk Cegah Corona, dari N95 sampai Buff

Inilah Masker Terbaik dan Terburuk Cegah Corona, dari N95 sampai Buff

Kita
Soal Vaksin Corona Rusia, WHO Akan Lakukan Pra-kualifikasi Vaksin

Soal Vaksin Corona Rusia, WHO Akan Lakukan Pra-kualifikasi Vaksin

Oh Begitu
Studi: 800 Orang Meninggal karena Hoaks dan Teori Konspirasi Corona

Studi: 800 Orang Meninggal karena Hoaks dan Teori Konspirasi Corona

Fenomena
Hasil Penyelidikan Radiasi Nuklir di Serpong Ungkap Efek Buruk Paparannya

Hasil Penyelidikan Radiasi Nuklir di Serpong Ungkap Efek Buruk Paparannya

Oh Begitu
Erupsi 3 Kali, Akankah Letusan Besar Gunung Sinabung Terjadi Dalam Waktu Dekat?

Erupsi 3 Kali, Akankah Letusan Besar Gunung Sinabung Terjadi Dalam Waktu Dekat?

Oh Begitu
Ahli Ungkap Vaksinasi Beri Risiko Lebih Rendah terhadap Covid-19

Ahli Ungkap Vaksinasi Beri Risiko Lebih Rendah terhadap Covid-19

Oh Begitu
Kenapa Tubuh Kebal terhadap Beberapa Penyakit, tapi Tidak yang Lain?

Kenapa Tubuh Kebal terhadap Beberapa Penyakit, tapi Tidak yang Lain?

Kita
6 Fakta Kualitas Udara Buruk Jakarta dan 3 Rekomendasi bagi Kita

6 Fakta Kualitas Udara Buruk Jakarta dan 3 Rekomendasi bagi Kita

Kita
Vaksin Corona Rusia Belum Selesai Uji Fase 3, Hasil Uji Coba Minim Data

Vaksin Corona Rusia Belum Selesai Uji Fase 3, Hasil Uji Coba Minim Data

Fenomena
Bantu Lawan Corona, GSI Lab Bisa Lakukan 5.000 Tes PCR Per Hari

Bantu Lawan Corona, GSI Lab Bisa Lakukan 5.000 Tes PCR Per Hari

Fenomena
Kualitas Udara di Jakarta Masih Buruk, Waspada 2 Dampaknya bagi Kita

Kualitas Udara di Jakarta Masih Buruk, Waspada 2 Dampaknya bagi Kita

Kita
Arkeolog Temukan Situs 'Lingkaran Kayu' Berusia 4.500 Tahun di Portugal

Arkeolog Temukan Situs "Lingkaran Kayu" Berusia 4.500 Tahun di Portugal

Fenomena
Gunung Sinabung Meletus Lagi, Ini 3 Rekomendasi untuk Warga Sekitar

Gunung Sinabung Meletus Lagi, Ini 3 Rekomendasi untuk Warga Sekitar

Fenomena
Tak Hanya Kelelawar, Potensi Penyebaran Virus Corona juga Ada pada Tikus

Tak Hanya Kelelawar, Potensi Penyebaran Virus Corona juga Ada pada Tikus

Fenomena
komentar
Close Ads X