3 Salah Kaprah Penerapan PSBB di Indonesia dan Solusinya

Kompas.com - 24/04/2020, 18:33 WIB
Petugas gabungan memeriksa kendaraan dari luar kota saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Pasteur, Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/4/2020). Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengingatkan masyarakat agar menerapkan PSBB selama 14 hari dalam rangka percepatan penanganan Covid-19. ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASAPetugas gabungan memeriksa kendaraan dari luar kota saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Pasteur, Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/4/2020). Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengingatkan masyarakat agar menerapkan PSBB selama 14 hari dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

Keberhasilan berkomunikasi dengan masyarakat selama merupakan kunci keberhasilan upaya pemerintah dalam menanggulangi laju penyebaran Covid-19. Jika masyarakat tidak mengerti pentingnya penerapan PSBB, bagaimana mereka bisa memahami pentingnya mematuhi anjuran pemerintah untuk membatasi gerak mereka.

Banyaknya pelanggaran yang terjadi selama PSBB ini kemungkinan besar berasal dari ketidakpahaman masyarakat selain juga pengawasan yang kurang efektif.

Polisi mencatat bahwa terjadi 18.974 pelanggaran dalam sepekan setelah pemberlakuan PSBB di Jakarta.

Hasil penelitian yang dilakukan paska pandemi H1N1 pada tahun 2009 menunjukkan bahwa masyarakat dapat secara sukarela menjalankan arahan dari pemerintah ketika mereka memahami dengan baik apa dampak dari kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah.

Untuk memperbaiki gaya komunikasi pemerintah, Indonesia bisa belajar dari Selandia Baru. Perdana Mentri Jacinda Ardern menggunakan bahasa yang sederhana, bahkan dalam siaran persnya, untuk menjelaskan skenario yang dipilih negara tersebut dalam menerapkan lockdown total. Penanganan Covid-19 di Selandia Baru banyak menuai pujian.

Dalam membangun sistem pengawasan yang efektif, pemerintah perlu membangun kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat.

Keterlibatan dan kepatuhan warga sangat menentukan tingkat kesuksesan pembatasan sosial dalam menekan laju persebaran Covid-19. Sebuah penelitian di Australia menunjukkan penerapan lockdown di negara tersebut bisa efektif jika melibatkan 80% penduduk selama 13 minggu.

Masyarakat perlu dilibatkan secara aktif dalam pelaksanaan PSBB termasuk dalam aspek pengawasannya.

Di negara bagian Queensland, Australia, masyarakat dapat melaporkan melalui aplikasi apabila mereka menyaksikan ada warga atau pelaku bisnis yang melanggar peraturan yang telah diberlakukan.

Dr Febi Dwirahmadi

Lecturer in Global Health, Griffith University

Artikel ini tayang di Kompas.com berkat kerja sama dengan The Conversation Indonesia. Tulisan di atas diambil dari artikel asli berjudul "Tiga salah kaprah penerapan PSBB di Indonesia dan solusinya" Isi di luar tanggung jawab Kompas.com.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X