Setelah 10 Tahun, Sepasang Panda Sukses Kawin di Masa Lockdown Corona

Kompas.com - 08/04/2020, 11:03 WIB
Panda di kebun binatang Ocean Park, Hong Kong berhasil kawin di tengah lockdown pandemi Covid-19. Panda terkenal sebagai hewan pemalu dalam urusan kawin, mereka telah mencobanya selama 10 tahun. Ocean Park/TwitterPanda di kebun binatang Ocean Park, Hong Kong berhasil kawin di tengah lockdown pandemi Covid-19. Panda terkenal sebagai hewan pemalu dalam urusan kawin, mereka telah mencobanya selama 10 tahun.

KOMPAS.com - Panda terkenal sebagai hewan pemalu dalam urusan perkawinan. Namun di tengah pandemi ini, pasangan panda di Hong Kong justru berhasil kawin.

Ying Ying dan Le Le, adalah dua panda (Ailuropoda melanoleuca) yang tinggal di Ocean Park, Hong Kong. Keduanya sukses kawin setelah tinggal bersama selama 10 tahun.

Menurut laporan kebun binatang tempat panda itu tinggal, keduanya tertangkap basah sedang kawin pada Senin (6/4/2020) pagi pukul 9.00 waktu setempat.

Perkawinan ini terjadi setelah mereka memasuki siklus hormon estrus atau siklus kawin pada akhir Maret.

Baca juga: Bolehkah Berhubungan Seks Saat Pandemi Corona? Ini yang Harus Anda Tahu

Sepasang panda itu pertama kali dipasangkan pada 2011.

Sejak awal mereka ditempatkan dalam satu kandang, segala upaya untuk membantu perkawinan sudah dilakukan tapi tak pernah berhasil.

Namun di tengah pandemi Covid-19, dan kebun binatang Ocean Park ditutup sejak 26 Januari, hal yang diharapkan itu justru terjadi.

Mungkin suasana damai dan tenang memicu keduanya untuk kawin.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

??????????????????????????????????????????????????????????9???2011?????????????????????????????????????????????????????????????????????emoji??????????????????????? . . [????Good News from Giant Panda Ying Ying & Le Le????] Ying Ying and her long-standing sweetheart Le Le succeeded in natural mating today! This is the first success since the cute couple began attempts at natural mating 9 years ago (from 2011). The Park’s veterinary and animal care teams have been closely monitoring the giant pandas’ body conditions and behavioural changes, hoping to bring wonderful pregnancy news to you all. Let’s leave a ?? emoji in the comment section to send your blessing to our lovable Ying Ying and Le Le! #hkoceanpark #OPLovelyAnimals #panda #???? #??

A post shared by Ocean Park Hong Kong (@hkoceanpark) on Apr 6, 2020 at 8:14pm PDT

Periode kehamilan pada A. melanoleuca berkisar antara 72 sampai 324 hari. Pihak kebun binatang berharap, mereka dapat mengumumkan kabar bahagia terkait kelahiran bayi panda tahun depan.

Mereka juga akan memeriksa janin di induk panda dengan pemindaian ultrasound sebelum waktu kelahiran tiba.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terjebak di Fosil Damar 99 Juta Tahun, Warna Serangga Purba Ini Masih Awet

Terjebak di Fosil Damar 99 Juta Tahun, Warna Serangga Purba Ini Masih Awet

Fenomena
Povidone-Iodine Bunuh SARS-CoV-2, Bagaimana Mekanismenya Cegah Covid-19?

Povidone-Iodine Bunuh SARS-CoV-2, Bagaimana Mekanismenya Cegah Covid-19?

Oh Begitu
Lindungi Keanekaragaman Hayati, Ilmuwan Berencana Bikin Daftar Spesies di Dunia

Lindungi Keanekaragaman Hayati, Ilmuwan Berencana Bikin Daftar Spesies di Dunia

Fenomena
Petir Tewaskan 147 Orang di India, Bisakah Terjadi di Indonesia?

Petir Tewaskan 147 Orang di India, Bisakah Terjadi di Indonesia?

Oh Begitu
Ilmuwan Temukan Amfibi Pertama yang Memiliki Bisa seperti Ular

Ilmuwan Temukan Amfibi Pertama yang Memiliki Bisa seperti Ular

Oh Begitu
Banjir Jepang Tingkatkan Risiko Penyebaran Virus Corona

Banjir Jepang Tingkatkan Risiko Penyebaran Virus Corona

Fenomena
Virus Corona Menyebar di Udara, Partikel Aerosol Covid-19 seperti Asap Rokok

Virus Corona Menyebar di Udara, Partikel Aerosol Covid-19 seperti Asap Rokok

Oh Begitu
Gempa Rangkasbitung, Kenapa Guncangannya Terasa Kuat di Jakarta?

Gempa Rangkasbitung, Kenapa Guncangannya Terasa Kuat di Jakarta?

Oh Begitu
Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Pantai Barat Sumatera, Terasa di Nias

Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Pantai Barat Sumatera, Terasa di Nias

Fenomena
WHO Akui Adanya Bukti Penyebaran Virus Corona Covid-19 Lewat Udara

WHO Akui Adanya Bukti Penyebaran Virus Corona Covid-19 Lewat Udara

Fenomena
Bukti Baru Efek Pemanasan Global, Alga Tumbuh Masif di Ekosistem Danau

Bukti Baru Efek Pemanasan Global, Alga Tumbuh Masif di Ekosistem Danau

Oh Begitu
Virus Corona: Ilmuwan Ingatkan Lagi, Jangan Keluar Rumah Tanpa Penutup Wajah

Virus Corona: Ilmuwan Ingatkan Lagi, Jangan Keluar Rumah Tanpa Penutup Wajah

Oh Begitu
Belajar dari India, Kenali 6 Indikasi Cuaca Ekstrem di Indonesia

Belajar dari India, Kenali 6 Indikasi Cuaca Ekstrem di Indonesia

Oh Begitu
UN Peringatkan Risiko Meningkatnya Wabah Penyakit dari Hewan Liar

UN Peringatkan Risiko Meningkatnya Wabah Penyakit dari Hewan Liar

Oh Begitu
WHO Pastikan Wabah Pes di China Tidak Berisiko Tinggi, Ini Alasannya

WHO Pastikan Wabah Pes di China Tidak Berisiko Tinggi, Ini Alasannya

Oh Begitu
komentar
Close Ads X