Dini Hari Nanti, Supermoon Terbesar Tahun Ini

Kompas.com - 07/04/2020, 21:59 WIB
Sebuah pesawat Embraer 190-100IGW dari Aerolineas Argentinas, dalam penerbangan reguler dari Buenos Aires ke kota Argentina Bahia Blanca, melintas di depan Supermoon, Selasa (19/2/2019). Fenomena Supermoon kali ini yang disebut juga dengan Super Snow Moon terjadi saat bulan berada pada titik perige terdekat yakni 363.300 km dari bumi sehingga bulan terlihat 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dari bulan purnama biasanya. AFP/ALEJANDRO PAGNISebuah pesawat Embraer 190-100IGW dari Aerolineas Argentinas, dalam penerbangan reguler dari Buenos Aires ke kota Argentina Bahia Blanca, melintas di depan Supermoon, Selasa (19/2/2019). Fenomena Supermoon kali ini yang disebut juga dengan Super Snow Moon terjadi saat bulan berada pada titik perige terdekat yakni 363.300 km dari bumi sehingga bulan terlihat 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dari bulan purnama biasanya.

KOMPAS.com - Dini hari nanti, fenomena langit berupa  supermoon akan bisa terlihat dari berbagai belahan dunia termasuk Indonesia.

Supermoon kali ini adalah yang terbesar sepanjang tahun 2020. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan supermoon ini bisa dilihat pada Rabu (8/4/2020) mulai pukul 01.08 WIB.

"Yang terbesar adalah 8 April, terbesar di antara dua yang lain," tutur Kepala Bidang Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG, Hendra Suwarta, kepada ANTARA News.

Baca juga: Istilah Supermoon Jadi Kontroversi, Ini Kata Astrolog yang Cetuskan

Kepala Bidang Diseminasi Pusat Sains Antariksa (Pussainsa), Dr Emanuel Sugging Mumpuni, mengatakan bahwa supermoon terjadi ketika Bulan terletak di belakang Bumi bila dilihat dari Matahari. Wajah Bulan akan sepenuhnya diterangi oleh cahaya Matahari.

Dalam istilah astronomi, supermoon disebut dengan bulan perigee.

"Kalau bulan purnama tanggal 8 April, akan terjadi dari terbenam Matahari sampai pagi hari, baik untuk menemani yang Work from Home," kata Emanuel saat dihubungi Kompas.com, Senin (30/3/2020).

Baca juga: Fenomena Langit Bulan Ini: Mulai Supermoon hingga Hujan Meteor Lyrids

Emanuel mengatakan fase bulan purnama sempurna atau bulan dalam posisi perigeeakan terjadi pada 8 April 2020 pukul 09.35 WIB.

Pada saat itu, jarak antara Bumi dengan Bulan adlaah 356.035 kilometer atau 0,997 kali jarak rata-rata Bumi dan Bulan. Diameter bulan pada kondisi itu mencapai 33,47 menit busur.

Untuk diketahui, supermoon pada 8 April merupakan yang ketiga dari empat supermoon untuk tahun 2020.

Kehadiran supermoon setiap tahunnya tidak pada waktu yang sama, karena tergantung dengan edaran Bulan mengitari Bumi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diprediksi Oktober Covid-19 di AS Melonjak, Masker Bisa Kurangi Potensi Kematian

Diprediksi Oktober Covid-19 di AS Melonjak, Masker Bisa Kurangi Potensi Kematian

Fenomena
Menjelajahi Waktu ala Lorong Waktu, Mungkinkah Dilakukan oleh Manusia?

Menjelajahi Waktu ala Lorong Waktu, Mungkinkah Dilakukan oleh Manusia?

Prof Cilik
Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Kita
[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

Oh Begitu
Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Fenomena
Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Fenomena
Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Oh Begitu
Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Fenomena
CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

Fenomena
Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Fenomena
Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Fenomena
239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

Kita
Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Oh Begitu
Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Oh Begitu
komentar
Close Ads X