Kompas.com - 27/09/2022, 07:30 WIB
Penulis Thefanny
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Dewan Penasihat Proyek Neom Ali Shihabi mengatakan, megakonstruksi yang sedang berjalan ini adalah sebuah eksperimen lantaran masih banyak aspek yang perlu ditingkatkan oleh Pemerintah Arab Saudi, terutama energi terbarukan.

Karena sebelumnya, Putra Mahkota Mohammed bin Salman menjanjikan bahwa Neom akan dijalankan sepenuhnya dengan energi terbarukan sehingga bebas dari polusi dan karbon emisi.

Namun, Ali Shihabi justru membongkar kenyataan pahit bahwa hingga saat ini, Arab Saudi belum bisa melakukan desalinasi atau proses mengubah air laut menjadi air tawar dengan memisahkan kandungan garam dalam air dengan menggunakan energi terbarukan.

Baca juga: Proyek Kota Futuristik Neom Arab Saudi, Realistis atau Fantasi Belaka?

Padahal, setengah pasokan air di negara minyak ini berasal dari proses desalinasi.

"Arab Saudi memerlukan ide-ide kreatif, karena Timur Tengah mulai kehabisan air,” ucap Ali Shihabi kepada bbc.com (22/2/2022).

Selama ini, proses desalinasi masih menggunakan bahan bakar fosil dan limbah kimianya dibuang kembali ke laut, sangat berkontradiksi dengan angan-angan MBS yang ingin membangun kota “impian” tanpa polusi dan bertenaga terbarukan.


“Neom adalah proyek eksperimen, tetapi jika kita bisa menyelesaikan masalah air di Timur Tengah, jika proyek ini berjalan, semua yang Neom lakukan akan setimpal,” jelas Ali.

Dalam laporan terbaru dari BP’s Statistical Review of World Energy 2021, energi terbarukan Arab Saudi hanya menyumbang 0,3 persen pasokan listrik pada tahun 2020, bertambah 0,2 persen dari tahun sebelumnya.

Sedangkan, target Pemerintah Arab Saudi untuk mengandalkan energi terbarukan sebagai sumber pasokan listrik pada tahun 2030 adalah sebesar 50 persen, masih sangat jauh dari target yang ditentukan.

Dengan waktu delapan tahun yang tersisa hingga Saudi Vision 2030 dan kurangnya efektivitas energi terbarukan, proyek Neom mulai terlihat seperti angan-angan belaka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber BBC


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.