Kompas.com - 07/07/2022, 12:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyelesaian sejumlah 46 juta sertifikat tanah terus dikebut hingga tahun 2025.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto saat berkunjung ke Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Bekasi, Rabu (6/7/2022).

Seusai dilantik menjadi Menteri ATR/BPN yang baru pada bulan Juni lalu, Hadi langsung menargetkan sebanyak 126 juta sertifikat tanah selesai hingga tahun 2025.

Sementara saat ini sudah berhasil rampung sebanyak 80 juta sertifikat tanah.

"Target untuk sertifikat itu 126 juta, sekarang sudah tercapai 80 juta. Sehingga kurang 46 juta. Saya minta dikejar," jelasnya.

Baca juga: Serupa SIM, Sertifikat Tanah Bakal Dilengkapi Foto Pemilik? Ini Tindak Lanjutnya

Selain itu, Hadi juga mengatakan perlu adanya pemberian edukasi kepada masyarakat agar mampu mengurus sertifikat tanah sendiri.

"Namun masyarakat juga harus diberikan pembelajaran. Tidak semuanya bisa langsung menjadi sertifikat tanah karena masih ada yang tumpang tindih," tambahnya.

Dia menjamin prosesnya akan dipermudah dan tidak ada pungutan liar (pungli) saat masyarakat mengurus sertifikat tanah.

"Makanya saya minta kasih karpet merah biar dilayani khusus. Gak ada pungli di sini. Dan jangan lupa kalau ada pungli, laporkan ke saya," tegas Hadi.

Dirinya pun ingin mejadikan kota dan kabupaten di Indonesia itu lengkap. Artinya, semua bidang tanah di seluruh wilayah sudah terdata.

Baca juga: Tak Semua Pemilik Perlu Pasang Patok Tanah, Ini Ketentuannya

Tujuannya adalah untuk mempermudah pelaksanaan tata ruang karena sudah lengkap dengan sertifikat dan terdaftar.

Keuntungan dari sisi masyarakat adalah mereka memiliki kepastian hukum atas hak tanah. Investor yang ingin masuk ke Indonesia juga menjadi tenang karena tanahnya tidak bermasalah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.