Dugaan Korupsi Rp 39,5 Miliar di BTN Medan, Pengusaha Properti Terlibat

Kompas.com - 07/07/2022, 08:00 WIB

MEDAN, KOMPAS.com - Kredit senilai Rp 39,5 miliar oleh Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Medan bisa cair hanya bermodal Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB).

Padahal, Akta Jual Beli (AJB) antara PT Krisna Agung Yudha Abadi (PT KAYA) dan PT Agung Cemara Realty (PT ACR) atas 93 Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) yang diajukan untuk pencairan kredit belum ada.

Dan AJB adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk roya atau balik nama 93 SHGB dari PT ACR ke PT KAYA.

Mantan pimpinan cabang BTN Medan Ferry Sonefille mengakuinya saat memberi keterangan di sidang lanjutan dugaan korupsi sebesar Rp 39,5 miliar di BTN Medan.

Baca juga: Merger BTN Syariah dan BSI Ancam Kelangsungan Program Rumah MBR di Aceh

Ferry hadir sebagai saksi untuk terdakwa Elviera di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin kemarin.

Dia mengaku tidak punya wewenang untuk menolak pengajuan kredit meski tidak punya akta jual beli karena ini kewenangan BTN pusat. Hal ini menyangkut prospek keuntungan yang bisa didapat BTN dalam pencairan kredit.

“Karena ini bisnis, kita lapor ke pusat. Saya tidak punya wewenang untuk menolak pengajuan kredit,” kata Ferry saat menjawab pertanyaan Ketua Majelis Hakim Immanuel Tarigan.

Ferry merekomendasikan kantor pusat bahwa pengajuan kredit bisa dilakukan. Namun, sampai lima kali pencairan Kredit Modal Kerja (KMK) senilai Rp 39,5 miliar ke PT KAYA selesai disalurkan, 93 SHGB tak kunjung diterima BTN.

Rupanya, SHGB belum milik PT KAYA karena masih diagunkan di Bank Sumut atas nama PT ACR.

Legal meeting pun dilakukan pada 24 Februari 2014. Tiga hari kemudian, perjanjian kredit baru dibuat PT KAYA dan PT ACR. Ferry berdalih karena sudah ada SPJB, meski AJB-nya belum ada.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.